Pengumuman untuk Jomblo dan Jomblowati - Netizen

Pengumuman untuk Jomblo dan Jomblowati

Lukman Hakim Saifuddin
Lukman Hakim Saifuddin

NETIZEN.media-Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam akan meluncurkan Sistem Informasi Administrasi Nikah (Simkah), aplikasi berbasis website.

perdana inn 3

Adapun salah satu keunggulannya, masyarakat yang ingin menikah tidak perlu repot lagi datang ke Kantor Urusan Agama (KUA), cukup mendaftarkan diri secara online.

Sebagaimana dilansi situs Kemeng RI, www.kemenag.go.id, Selasa (201/03/2018), aplikasi ini akan dirilis Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin secara nasional dalam waktu dekat.

Namun untuk menjaring masukan dan saran perbaikan dari user, khususnya operator Simkah di KUA, aplikasi ini telah pre launching di Jakarta.

“Uji publik ini untuk menyempurnakan fitur-fiturnya. Sehingga tidak ada kendala saat diterapkan di KUA nantinya,” kata Anwar Saadi, Kasubdit Mutu dan Prasarana KUA.

Anwar menyatakan, Simkah berbasis web adalah pengembangan Simkah yang telah ada sejak 2007. Selain melakukan uji publik, pihaknya juga akan memperkenalkan kepada seluruh pejabat teknis Kanwil Kemenag Provinsi di Indonesia selama tiga hari sejak 21 Maret.

Lebih lanjut, Anwar menjelaskan beberapa keunggulan dari “modernisasi” Simkah 2018 ini, yakni:

  1. Aplikasi ini terintegrasi dengan data pada kementerian terkait secara nasional. Misalnya, Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dari Kemendagri, Sistem Informasi PNBP Online (Simponi) dari Kemenkeu, dan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) dari Mahkamah Agung (MA). Integrasi ini dipayungi secara nasional. Sehingga di tingkat daerah tidak perlu melakukan MoU sendiri-sendiri.
  2. Saat mencetak Buku Nikah, akan keluar QR Code yang terkoneksi dengan aplikasi. Ini merupakan fitur sekuriti (keamanan), agar tidak mudah dipalsukan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
  3. Laporan data nikah dan PNBP nikah-rujuk dapat dilihat secara realtime. Ini akan memudahkan monitoring pelaksanaan nikah secara nasional, termasuk dapat memantau ketersediaan Buku Nikah pada setiap wilayah.
  4. Pendaftaran nikah dapat dilakukan secara online. Calon Pengantin (Catin) dapat mengisi data awal dan booking jadwal nikah yang diinginkan. Namun, Catin tetap harus menyerahkan dokumen fisik kepada petugas KUA. Pendafataran online dapat membantu Catin saat akan melihat dan menentukan jadwal nikah.
  5. Aplikasi ini juga menyajikan variabel data yang lebih banyak dengan kategori tertentu, misalnya data pernikahan berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.
  6. Antar KUA terkoneksi secara realtime. Saat masyarakat mengajukan surat rekomendasi nikah dan legalisasi Buku Nikah, maka akan muncul notifikasi. “Ini akan memudahkan masyarakat dalam pengurusan dokumen nikah dengan mudah, praktis, dan aman,” jelas Anwar.
  7. Aplikasi ini juga mudah digunakan (user friendly), sehingga meringankan bagi petugas KUA untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Aplikasi ini juga mudah dipahami sehingga tidak memerlukan bimtek secara terus menerus.

Terkait dengan KUA yang belum ada jaringan internet, mantan Kasubdit Kepenghuluan ini memastikan akan menyediakan versi offline yang dapat diunduh (download) dari website Ditjen Bimas Islam.

“Jangan khawatir, semua sudah disediakan versi offline dalam bentuk CD (Compact Disk) atau silakan unduh melalui website Bimas Islam. Data-data yang diinput akan dengan mudah dikirim saat ada jaringan. Intinya, aplikasi ini akan memudahkan layanan bagi masyarakat dan modernisasi dalam penyajian data,” jelas Anwar. (N2)

Komentar
Loading...