Gejolak Pascapencoblosan, Ini Pernyataan Sikap Ormas Islam se-Kalbar - Netizen

Gejolak Pascapencoblosan, Ini Pernyataan Sikap Ormas Islam se-Kalbar

Syahadat
Syahadat

NETIZEN.media-Provokasi, intimidasi, perusakan aset usaha, dan penganiayaan terhadap umat Islam di beberapa daerah oleh oknum dan kelompok tertentu pascapemungutan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar, membuat Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam Kalbar bereaksi.

perdana inn 3

Pimpinan berbagai Ormas Islam Kalimantan Barat mengeluarkan pernyataan sikap terkait gejolak Pilkada 2018 tesebut, pada Rabu (04/07/2018) bertepatan dengan 20 Syawal 1439 Hijriyah.

Berikut daftar Ormas Islam yang mengeluarkan pernyataan sikap tersebut:

  1. Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Kalbar
  2. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Wilayah Kalbar
  3. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pontianak
  4. Muhammadiyah Wilayah Kalbar
  5. Nahdlatul Ulama (NU) Wilayah Kalbar
  6. Matla’ul Anwar (MA) Wilayah Kalbar
  7. Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Kalbar
  8. Front Pembela Islam (FPI) Kalbar
  9. Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) Kalbar
  10. Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) Kalbar
  11. Laskar Pembela Islam (LPI) Kalbar
  12. Persaudaraan Islam Tionghia Indonesia (PITI) Kalbar
  13. Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) Kalbar
  14. Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kalbar
  15. Rabithah Alawiyin Kalbar
  16. Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kalbar
  17. Yayasan Hidayatullah Kalbar
  18. Gerakan Pemuda Islam (GPI) Wilayah Kalbar
  19. Forum Umat Bersatu (FUB) Kalbar
  20. Persaudaraan Musmilin Indonesia (Permusi) Kalbar
  21. Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar
  22. Ikatan Keluarga Dayak Islam (IKDI) Kalbar
  23. Persatuan Orang Melayu (POM) Kalbar
  24. Keluarga Besar Perguruan Lintang Mati Berbayang Serang (Limbas)
  25. Serumpun Bangse Melayu (Sebayu) Kalbar.

Adapun poin-poin pernyataan sikap Ormas Islam se-Kalbar tersebut terdiri atas: 

  1. Mendukung Pemerintah, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan aparat negara, khususnya Polri dan TNI, untuk mengawal dan mengamankan hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat sampai dengan selesainya tahapan Pilkada. Khususnya pada saat penetapan hasil Pilkada oleh KPU Provinsi Kalimantan Barat pada 9 Juli 2018.
  2. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu dan provokasi oleh oknum dan kelompok tertentu, aktif mengawal hasil Pilkada, tidak melakukan tindakan yang dapat mencederai proses demokrasi dan Pilkada di Kalimantan Barat serta segera melaporkan dan berkoordinasi dengan aparat negara baik Polri maupun TNI, serta pimpinan Ormas Islam di Kalimantan Barat.
  3. Mendesak Polri dan TNI untuk menindak dengan tegas dan melakukan penegakan hukum terhadap oknum dan kelompok tertentu yang telah menodai integritas pelaksanaan Pilkada dengan cara memprovokasi, mengintimidasi, dan menganiaya umat Islam di daerah-daerah di Kalimantan Barat
  4. Mendesak Kapolri, Panglima TNI, Kapolda Kalbar dan Pangdam XII/Tanjungpura agar tidak melakukan pembiaran terhadap oknum dan kelompok tertentu yang telah berbuat sewenang-wenang.
    Polri dan TNI harus mengambil langkah pencegahan secara tegas, profesional dan efektif dalam mengamankan dan melindungi semua masyarakat, khususnya umat Islam Kalimantan Barat yang diintimidasi dan teraniaya oleh oknum dan kelompok tertentu tersebut.
    Hal ini penting kami tekankan untuk mencegah dan menghindari terjadinya gesekan antarkelompok masyarakat di tingkat akar rumput.
  5. Umat Islam bersama Ormas Islam dan seluruh elemen masyarakat Kalbar lainnya, sangat menghendaki masyarakat Kalimantan Barat hidup rukun, damai dan harmonis dengan siapapun.
    Namun, apabila terus diprovokasi, diintimidasi dan dianiaya tanpa ada jaminan keamanan dari aparat Polri dan TNI, maka kami umat dan Ormas Islam tidak akan berdiam diri, kami akan bersatu untuk melindungi dan mengamankan umat Islam yang diintimidasi dan dianiaya tersebut.
  6. Menyadari bahwa gejolak sosial yang terjadi di beberapa daerah di Kalbar adalah ekses dari pelaksanaan Pilgub 27 Juni 2018, kami mengiimbau para elit dan pimpinan partai politik serta para Pasangan Calon untuk proaktif menyampaikan pesan damai dan mengondisikan pendukung masing-masing.
    Kami juga meminta setiap Pasangan Calon secara ksatria menghormati kesepakatan untuk siap menang dan siap kalah dalam Deklarasi Pilkada Damai yang dilakukan di Makodam XII/Tanjungpura menjelang pelaksanaan Pilkada sebagai wujud kedewasaan berpolitik dan berdemokrasi di kalangan para elit serta pimpinan partai politik dan seluruh masyarakat.

Pernyataan sikap tersebut ditujukan ke berbagai pihak, yakni:

  • Presiden RI di Jakarta
  • Ketua MPR-RI di Jakarta
  • Ketua DPRuRI di Jakarta
  • Ketua DPD-RI di Jakarta
  • Menko Polhukam di Jakarta
  • Menteri Dalam Negeri di Jakarta
  • Kapolri di Jakarta
  • Panglima TNI di Jakarta
  • Ketua Komnas HAM di Jakarta
  • Pimpinan Pusat Partai Politik di Jakarta
  • Pimpinan/Pengurus Pusat Ormas Islam di Jakarta
  • Kapolda Kalimantan Barat di Pontianak
  • Pangdam XII Tanjungpura di Pontianak
  • Ormas Islam Kalimantan Barat di Pontianak.
Pernyataan Ormas Islam
Pernyataan Sikap Ormas Islam
Pernyataan Sikap Ormas Islam
Pernyataan Sikap Ormas Islam

Pernyataan Ormas Islam se-Kalbar ini menyebarluas ke masyarakat melalui berbagai media, termasuk Media Sosial (Medsos), seperti WhatsApp (WA) dan lainnya.

Berita Terkait
Komentar
Loading...