Wisudawan IAIN Pontianak Dicekoki Strategi Tangkal Radikalisme - Netizen

Wisudawan IAIN Pontianak Dicekoki Strategi Tangkal Radikalisme

Wisuda IAIN Pontianak
Wisudawan dan Wisudawati IAIN Pontianak dalam Sidang Senat, Sabtu (21/07/2018). -Foto: Humas Polda Kalbar-

NETIZEN.media-Ratusan wisudawan dan wisudawati yang mengikuti Sidang Senat Terbuka Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Sabtu (21/07/2018) mendapatkan orasi ilmiah seputar strategi menangkal radikalisme.

perdana inn 3

Orasi ilmiah tersebut disampaikan Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono. Tujuannya, mencegah radikalisme di era globalisasi, guna mendukung pembangunan di Provinsi Kalbar.

“Untuk membangun kesepahaman tentang bagaimana menyikapi lingkungan strategik Provinsi Kalbar serta berbagai jenis gangguan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat),” kata Didi, di hadapan 334 wisudawan dan wisudawati IAIN Pontianak tersebut.

Wisuda IAIN Pontianak
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menyampaikan orasi ilmiah dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda VII IAIN Pontianak, Sabtu (21/07/2018). -Foto: Humas Polda Kalbar-

Mahasiswa yang baru menyelesaikan studinya itu dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), dan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD). Termasuk yang menyelesaikan program Pascaserjana.

Didi berharap orasi yang disampaikannya kepada para wisudawan dan wisudawati itu dapat dijadikan referensi untuk memahami strategi yang diterapkan Polda Kalbar, dalam menjaga kondusifitas Kamtibmas dan menangkal radikalisme guna mendukung pembangunan daerah.

Bukan hanya wisudawan dan wisudawati, siapapun yang mendengar atau membaca orasi ilmiah ini juga diharapkan lebih bersemangat menambah wawasan untuk menjadi mitra Polda Kalbar.

Wisuda IAIN Pontianak

Didi menjelaskan, strategi yang dituangkannya dalam orasi ilmiah tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan daya tangkal, daya cegah, daya penanggulangan, serta daya rehabilitasi terhadap berbagai jenis gangguan Kamtibmas yang bersifat radikal.

Berdasarkan siaran pers yang disampaikan Kaur Lipprodok Humas Polda Kalbar, AKP Cucu Safiyudin, dalam orasi ilmiahnya Kapolda Didi Haryono mengatakan, situasi Nasional sangat dipengaruhi perkembangan internasional dan regional.

Sementara situasi Nasional diwarnai dengan isu-isu keagamaan, suku dan ras yang sangat rawan bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik (NKRI), serta semangat kebhinnekaan yang selama ini dijaga.

Isu kebhinekaan dan intoleransi tiba-tiba menjadi atensi semua pihak. Keutuhan NKRI sedang mendapat ujian melalui momentum pesta demokrasi, penegakan hukum, serta hubungan luar negeri.

Dijelaskannya, masyarakat Indonesia, khususnya para netizen di media-media sosial, seperti terpolarisasi menjadi Kelompok Pendukung A dan B.

Polarisasi ini disadari atau tidak, merupakan warisan dari ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Sekarang mulai menghangat kembali dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 dan persiapan Pilpres 2019.

Kemudian berkembang menjadi polarisasi kelompok masyarakat yang mendukung pemerintah, dan yang tidak. Situasinya semakin rumit ketika perhelatan Pilkada seakan menjadi batu loncatan untuk melanjutkan polarisasi dukungan.

Perkembangan Media Sosial (Medsos) dengan netizennya, menjadi etalase bagaimana situasi politik memberikan pengaruh kuat pada cara berpikir sebagian masyarakat Indonesia.

Berita Terkait
Komentar
Loading...