Dari Depan Masjid Raya Mujahidin, Kaum Milenial Suarakan Anti Terhadap Hoaks

Komitmen melawan hoaks secara bersama-sama disimbolkan dengan pemasangan pin anti hoaks HCC.

NETIZEN.media-Ratusan generasi milenial yang tergabung dalam puluhan komunitas dan organisasi kepemudaan se-Kalbar melakukan kampanye publik anti hoaks di arena Car Free Day (CFD), depan Masjid Raya Mujahidin, Jalan Ahmad Yani I Pontianak, Minggu (22/7/2017) pagi.

Kampanye yang digagas oleh Hoax Crisis Center (HCC) Kalimantan Barat ini turut dihadiri oleh oleh beberapa pejabatan pemerintahan dan aparat keamanan di Kalbar. Diantaranya:

  1. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Barat, Anthony Sebastian Runtu.
  2. Aster Kodam XII/Tanjungpura, Kolonel Aranut Jamaah.
  3. Kapendam XII/Tanjungpura, Letkol Inf Aulia Fahmi Dalimunthe.
  4. Perwakilan Polresta Pontianak.
  5. Perwakilan Panwaslu Kota Pontianak.
  6. Ketua Pembina Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Pontianak sekaligus Pengamat Sosial Pontianak, Syarifah Ema Rahmaniah.
  7. Ketua Komunitas Peduli Informasi (KOPI) Kalbar M Ainul Yakin dan pejabat pemerintah lainnya.
Para milenial yang tergabung dalam puluhan komunitas dan organisasi kepemudaan se-Kalbar sepakat menolak hoaks.

Kampanye publik anti hoaks ini berjalan meriah. Selain diisi dengan berbagai orasi, kampanye juga dibarengi dengan pemberian pin kepada masyarakat ini juga diisi dengan pertunjukan teater dari Sanggar Anak Budaya.

Dalam kesempatan itu, Anthony Sebastian Runtu sangat apresiasi kegiatan kampanye publik anti hoaks ini. Ia berharap jangan sampai deklarasi anti hoaks hanya seremonial saja. Ia pun menegaskan untuk melawan hoaks memang diperlukan komitmen yang jelas.

“Komitmen itu tidak abu-abu. Komitmen itu ya atau tidak saja,” jelasnya.

Anthony mengakui jumlah hoaks yang beredar di media sosial begitu banyak setiap harinya. Parahnya, masih dijumpai perkembangan hoaks yang justru “didukung” oleh kebiasaan masyarakat selaku pengguna media sosial yang lebih suka mencari sensasi berita.

Suasana kampanye anti hoaks di arena Car Free Day (CFD), depan Masjid Raya Mujahidin, Jalan Ahmad Yani I Pontianak, Minggu (22/7/2017) pagi.

Ia mengingatkan bahaya berita bohong jika disampaikan dan diterima terus-menerus, maka akan membuat orang yang menerima menjadi percaya.

“Itu lah yang dinamakan cuci otak. Cuci otak bisa dilakukan beberapa jam saja, jika hoaks itu sejalan dengan pikiran orang yang menerima,” ujarnya.

Sementara itu, Kapendam XII/Tanjungpura, Letkol Inf Aulia Fahmi Dalimunthe turut menyambut baik kampanye anti hoaks. Ia berharap agar kegiatan semacam ini juga menyebar luas di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

“Sekarang ini bukan hanya menangani dan memerangi, tapi perlu menggencarkan sosialisasi ke segenap komponen dan elemen masyarakat. Khususnya, adik-adik kita yang masih sekolah. Kita harus rajin mensosialisasikan bahaya rawan dan negatif yang timbul dari hoaks,” ujarnya.

Komitmen bersama berantas hoaks.

Kapendam menegaskan pemberitaan hoaks sangat berpotensi memecah persatuan dan kesatuan NKRI. Lebih dari itu, jika persatuan dan kesatuan pecah, maka dapat berujung pada kehancuran.

“Perilaku dan sifat yang tidak perlu dan dapat merugikan orang apalagi dapat membuat benturan antar suku, agama dan ujaran kebencian harus dihindari bersama-sama. Supaya negara kita bisa tentram, aman dan tertib,” pesannya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...