Ini Dampak Mengerikan dari Karhutla

Simulasi Pemadaman Karhutla
Simulasi pemadaman kebakaran di Teluk Pakedai, Kubu Raya, Sabtu (21/07/2018). Foto: Humas Polda Kalbar-

NETIZEN.media-Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bukan masalah sepele. Dampaknya sangat mengerikan. Selain bersifat serta merta, juga dalam jangka panjang atau bahkan seumur hidup.

Saking mengerikannya, jauh-jauh hari Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono sudah mengeluarkan Maklumat tertanggal 21 Februari 2018, terkait Karhutla tersebut.

Maklumat dimaksud mengenai seputar Kewajiban, Larangan dan Sanksi bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan, yakni 10 tahun penjara dan denda Rp10 Miliar.

“Bagi masyarakat yang mengetahui, melihat, dan menjadi korban Karhutla, agar segera melaporkan kepada aparat Kepolisian, TNI, dan instansi terkait lainnya,” demikian di antara isi maklumat Kapolda Didi Haryono tersebut.

Adapun dampak dari Karhutla yang menjadi dasar dikeluarkannya maklumat tersebut, terdiri atas: 

  1. Merusak saraf otak
  2. Menghambat kecerdasan dan pertumbuhan anak-anak
  3. Mengganggu aktivitas belajar anak di sekolah
  4. Menimbulkan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)
  5. Menghambat transportasi udara dan lalu lintas darat maupun laut, serta
  6. Menghambat pertumbuhan ekonomi.

Mengingat dampaknya yang luar biasa dari Karhutla itu, Kapolda Didi Haryono melalui siaran pers yang disampaikan Kaur Lipprodok Humas Polda Kalbar, AKP Cucu Safiyudin, Minggu (22/07/2018), menegaskan bahwa setiap Warga Negara Indonesia berkewajiban menjaga flora dan fauna, serta memelihara lingkungan.

Kewajiban tersebut tentunya dibarengi larangan untuk tidak membakar hutan, lahan atau kebun di Kalbar. Bila masih nekat, maka terancam 10 tahun penjara dan denda Rp‪10 Miliar.

Didi juga berharap masyarakat dan perusahaan dapat saling mengingatkan untuk tidak membakar di musim kemarau ini. Peran semua pihak tentunya sangat diharapkan dalam mencegah Karhutla.

Bukam hanya mengeluarkan maklumat atau menggencarkan sosialisasi, aktivitas pemadaman pun sudah berulangkali dilakukan di beberapa wilayah.

Agar pemadaman Karhutla lebih efektif, masyarakat dan petugas juga menggelar simulasi. Seperti yang dilakukan PT. Mitra Aneka Rezeki (Pasifik Agro Sentosa PAS Group/Artha Graha Peduli), perusahaan perkebunan di Kabupaten Kubu Raya, di lapangan sepakbola PT. MAR, Kecamatan Teluk Pakedai dan Kubu, Sabtu (21/07/2018).

Simulasi Pemadaman Karhutla

Demikian pula yang dilakukan PT Agrolestari Mandiri (Perkebunan Sawit Sinarmas Agribusiness and Food), Kecamatan Nanga Tayap, Minggu (22/7/2018). Mereka melibatkan Tim Manggala Agni, Sekuriti Internal, masyarakat desa mitra binaan, TNI dan Polri.

“Para personel dari berbagai instansi, yakni Polri, TNI, Manggala Agni, KLHK, hingga pemadam kebakaran swasta, sudah siap siaga melakukan aktivitas pemadaman,” ungkap Didi.

Simulasi Pemadaman Karhutla

Pun demikian, Didi masih menekankan pada ajakan kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan. Apalagi Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games pada Agustus 2018.

“Mari kita bersama sebagai anak bangsa, menyukseskan Asian Games dengan menjaga agar tidak ada polusi udara akibat titik api Karhutla,” ajak Didi.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...