Dibanding Kalbar, KLHK Lebih Was-was Sumsel dan Jambi - Netizen

Dibanding Kalbar, KLHK Lebih Was-was Sumsel dan Jambi

Karhutla Mengancam Asian Games 2018

Siti Nurbaya
Siti Nurbaya

NETIZEN.media-Menjelang Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI lebih terkonsentrasi untuk mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jambi, dibandingkan Kalbar.

perdana inn 3

“Karena ada 90-an desa di Sumatera Selatan yang kalau terbakar, asapnya akan mengepung arena Asian Games. Dan ada 120-an desa di Jambi yang kalau terbakar, asapnya juga bisa mengepung Palembang,” kata Siti Nurbaya, Menteri LHK RI, ditemui usai Rapat Koordinasi (Rakor) Penangangan Karhutla, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Senin (23/07/2018).

Seperti diketahui, Asian Games 2018 merupakan multievent terbesar kedua setelah Olimpiade. Ajang paling bergengsi ini digelar empat tahun sekali oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Asian Games edisi ke-18 akan diselenggarakan di Jakarta-Palembang pada 2018 sejak 18 Agustus hingga 2 September 2018. Dipusatkan di Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno Jakarta dan Jakabaring Sport City Palembang. Diikuti 15.000 atlet dari 45 negara di Asia, yang berlaga di 42 cabang olahraga.

Bukan hanya Jakarta dan Palembang, berbagai daerah pun dituntut untuk mendukung suksesnya Asian Games tersebut. Bagaimana agar bebas dari gangguan, termasuk dari kabut asap akibat Karhutla. Sumsel dan Jambi merupakan Daerah yang mendapat prioritas dari KLHK.

Namun setelah mendengarkan catatan dari Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, terkait kemungkinan arah angin ke Selatan, Karhutla di Kalbar pun menjadi turut diperhitungkan. “Kalbar dan Riau sama, dekat banget, akan saya perhatikan,” kata Menteri Siti Nurbaya.

Sebetulnya, jelas Siti Nurbaya, strategi dalam penanganan Karhutla di Indonesia secara umum sudah ditegaskan Presiden Jokowi, yakni mulai dari pencegahan melalui patroli dan penegakan hukum. Kemudian tata kelola lahannya, terutama gambut dan keberlanjutannya.

“Secara umum, cara-cara untuk menangani Karhutla dengan sistem Satgas (Satuan Tugas), termasuk yang di Kalbar ini sudah berjalan. Namun kita tidak bisa stag sampai di situ. Karena sistemnya harus terus diperbaiki,” kata Siti Nurbaya.

Misalnya, terkait sistem informasi tentang titik api (hotspot). Awalnya agak susah, namun lama kelamaan lebih gampang, menyusul pemberian android kepada petugas di lapangan. “Sekarang kita terapkan sistem itu ke masyarakat, pakai SMS Blast,” ungkap Siti Nurbaya.

Masyarakat Peduli Api sebagai bagian dari penanganan Karhutla, menurut Siti Nurbaya, juga cukup menonjol di daerah-daerah di Indonesia. “Secara umum relatif bagus,” katanya.

Sebelumnya, Kapolda Kalbar, Didi Haryono menyebutkan, di Kalbar terdapat 182 desa yang sangat berpotensi Karhutla. Dengan prakiraan arah angin ke Selatan. Maka kabut asap dari Karhutla itu akan sampai ke arena Asian Games 2018.

Berita Terkait
Komentar
Loading...