Perusuh Pertandingan Sepakbola akan Dikenakan Sanksi Adat - Netizen

Perusuh Pertandingan Sepakbola akan Dikenakan Sanksi Adat

Bola Pertama
Kapolsek Kuala Behe, Ipda Hartomo menendang bola pertama pada pembukaan Turnamen Sepakbola di Lapangan Sepakbola Tali Amas Kuala Behe, Rabu (25/07/2018).

NETIZEN.media-Kerusuhan dalam pertandingan sepakbola di Indonesia sudah dianggap “biasa”. Baik di level Antarkampung (Tarkam), Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi maupun Nasional.

perdana inn 3

Tetapi jangan coba-coba rusuh di Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Provinsi Kalba. Siapapun perusuhnya, baik pemain atau suporter bakal didera hukuman adat.

Peringatan keras tersebut disampaikan langsung Temenggung Adat, Delot Sari pada saat pembukaan Turnamen Sepakbola untuk menyemarakkan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-73, di Lapangan Sepakbola Tali Amas Kuala Behe, Rabu (25/07/2018).

Pembukan turnamen yang diikuti 26 klub ini dihadiri beberapa tokoh penting. Di antaranya, Wakil Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kuala Behe Darmus J Kiong, Camat Kuala Behe Sudiro dan Kepala Desa Kuala Behe Timotius Ngacam, serta Ketua Panitia Arifin.

Pernyataan Temenggung Delot mendapat dukungan dari pihak lainnya. Lantaran menurut Camat Sudiro, pertandingan untuk menggali bakat-bakat pengolah Si Kulit Bundar, makanya harus sportif.

Di tempat yang sama, Kapolsek Kuala Behe, Ipda Hartomo juga mengimbau para pemain, penonton atau suporter untuk menjaga sportivitas dan tidak melakukan hal-hal yang menjurus ke anarkis bila kalah dalam turnamen.

“Perlihatkan kualitas permainan yang menarik. Persoalan menang dan kalah tentunya hal yang lumrah dalam persepakbolaan,” kata Hartomo.

Setelah menyampaikan sambutan, Hartomo dinobatkan untuk menendang bola pertama sebagai simbol dimulainya turnamen untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RI tahun ini.

Berita Terkait
Komentar
Loading...