Penetapan Bacaleg Gerindra Melalui Assessment - Netizen

Penetapan Bacaleg Gerindra Melalui Assessment

Ketua Gerindra Kalbar, Suriansyah
Ketua Gerindra Kalbar, Suriansyah (Baju Batik) dan Sekretaris Penjaringan, Muhammad Rizal. Deska Irnansyafara/Netizen

NETIZEN.media–Partai Gerinda Kalbar menerapkan pola assessment dalam memilih, menetapkan dan mengusung bakal calon legislatif (Bacaleg) untuk bertarung memperebutkan kursi empuk wakil rakyat di Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) Tahun 2019.

perdana inn 3

Assessment adalah suatu proses untuk mengetahui kemampuan seseorang, terhadap suatu kompetensi berdasarkan bukti-bukti.

Ketua DPD Gerindra Kalbar, Suriansyah mengungkapkan, penjaringan Bacaleg dilakukan secara selektif menggunakan beberapa tahap. Tidak sembarangan apalagi asal-asalan.

“Pertama kami melakukan seleksi secara administratif. Kemudian kami meneliti dan mendalami calon atau bakal calon anggota legislatif yang mendaftar di Partai Gerindra,” jelas Suriansyah kepada Netizen.media, Senin (23/07/2018).

Ia melanjutkan, DPD Gerindra Kalbar kemudian menyampaikan data-data pendaftar ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Di pusat, nama-nama yang terjaring akan diteliti serta didalami kembali.

“Setelah itu, baru muncul nama-nama yang lolos seleksi. Kemudian tugas kami mendaftarkan mereka ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk dimasukan dalam daftar calon sementara (DCS).

Suriansyah menyampaikan, proses seleksi itu melahirkan beberapa pihak yang kecewa. Karena banyak yang berminat mendaftar sebagai caleg di Partai Gerindra tetapi tidak lolos dalam proses seleksi.

“Kuota sangat terbatas. Kami mengikuti kuota yang ditentukan oleh KPU. Apabila pendaftar di suatu dapil yang mendaftar ada 18 orang, tapi yang diperlukan hanya 11. Tentu 7 orang terpaksa gugur,” jelasnya.

Ia menegaskan, gugur bisa terjadi kapan saja. Baik gugur saat proses administrasi maupun diproses-proses akhir. “Perlu diingat, tidak lolosnya caleg, selain karena kuota, kami menerapkan seleksi yang cukup ketat,” jelasnya.

Kepada Netizen, Surianyah membeberkan, Partai Gerindra mencari Bacaleg yang memiliki modal kualitas dan elektabilitas. Juga terpenting adalah etika-etika.

“Soal elektabilitas, tentu kami berusaha supaya caleg yang lolos itu adalah caleg yang mampu menjadi pemenang dan menghasilkan kursi, bukan hanya suara. Untuk itu, kita lakukan proses yang sangat ketat. Sehingga banyak yang tidak lolos,” urainya.

Berita Terkait
Komentar
Loading...