Daripada Bikin Repot, Kejari Tahan Tersangka Korupsi Proyek Bonti-Bantai - Netizen

Daripada Bikin Repot, Kejari Tahan Tersangka Korupsi Proyek Bonti-Bantai

Kajari Sanggau, M Idris F Shite didampingi Kasi Pidsus, Ulfan Yustian Arif dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sanggau, Iman Khilman saat menggelar konferensi pers di Aula Kejaksaan, Selasa (30/07/2018).

NETIZEN.media-Setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik. SK alias A, tersangka korupsi proyek pengerjaan Jalan Bonti-Bantai akhirnya ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau.

perdana inn 3

Penahanan SK, selaku pelaksana proyek ini dilakukan sekitar pukul 17.45 Wib, Jumat (28/07/2018), pasca dirinya diperiksa selama kurang lebih 2 jam oleh penyidik.

“Alasan (penahanan) subjektif dari penyidik,” jelas Kepala Kejari Sanggau, M Idris F Shite, saat menggelar konferensi pers di Aula Kejaksaan Negeri Sanggau, Selasa (30/07/18) siang.

Tak hanya mangkir dalam pemanggilan, SK juga dinilai pihak Kejari berpotensi untuk mempengaruhi saksi dan menghilangkan barang bukti.

“Tersangka ini pun sudah dua kali kita panggil tapi tidak hadir, konfirmasi yang disampaikan ke penyidik hanya dalam bentuk lisan, hari Jumat kemarin itu panggilan ketiga sehingga akhirnya kita tahan,” paparnya.

Kajari menjelaskan, kendati nama SK tidak tercantum di dalam dokumen sebagai pelaksana proyek, namun dari hasil penyidikan yang dilakukan, SK diketahui sebagai pelaksana proyek di lapangan.

Sejauh ini, Kejari Sanggau telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini, selain SK, ada inisial ARS yang berstatus PNS dan menjabat sebagai PPK serta pemilik perusahaan berinisial S. Namun begitu Kajari tidak menampik adanya kemungkinan penambahan tersangka baru.

“Kita tidak bisa menduga-duga, jika memang ditemukan bukti-bukti yang mendukung tentang keterlibatan pihak lain pasti kita tetapkan. Dan saya yakin kepada masyarakat bahwa kami bekerja profesional. Penetapan tersangka bukan karena kita tidak suka, tapi murni karena dukungan barang bukti,” katanya.

Dalam kasus ini, akibat perbuatan tersangka, negara dirugikan sekitar Rp400 juta dari total nilai proyek Rp2.765.581.000.

“Kalau tersangka ini punya itikad baik mengembalikan kerugian negara, itu akan jadi bahan pertimbangan meringankan,” katanya.

Berita Terkait
Komentar
Loading...