Masalahnya Tak Pernah Genah, Seratusan Petani Kelapa di Nusapati Kembali Demo PT KLJ - Netizen

Masalahnya Tak Pernah Genah, Seratusan Petani Kelapa di Nusapati Kembali Demo PT KLJ

Seratusan petani Nusapati melakukan aksi demo dan memblokir jalan masuk truk kelapa menuju pengolahan di PT KLJ.

NETIZEN.media-Seratusan petani kelapa di Desa Nusapati Kecamatan Sungai Pinyuh kembali melakukan aksi demonstrasi di depan pintu gerbang PT Kalimantan Kelapa Jaya (KLJ), Selasa (31/07/2018).

perdana inn 3

Para petani kembali menuntut permasalahan klasik yang seolah tak pernah diselesaikan oleh perusahaan yang beroperasi di desa mereka itu. Antara lain, yakni soal pembagian kuota penjualan buah kelapa ke perusahaan.

“Dengan ini, sudah lima sampai enam kali kami demo,” kata perwakilan warga dan petani, Husin (38 tahun).

Kepada awak media Husin mengaku, kisruh pembagian kuota penjualan kelapa ke perusahaan ini diduga hanya buntut dari persoalan pembuangan limbah perusahaan yang sebelumnya juga dikeluhkan warga, karena sudah sangat mengganggu.

“Dampaknya kita masukkan kelapa tidak bisa, dipermainkan dengan bahasa kuota-kuota-an, yang boleh masuk kelapa dari luar (Nusapati),” katanya.

Andai pun buah mereka diperbolehkan masuk, para petani ini diharuskan membayar sejumlah uang, sebagai “pelicin” terlebih dahulu kepada oknum humas perusahaan, dengan besaran Rp100 untuk setiap Kilogram buah kelapa yang masuk.

Husin, perwakilan petani kelapa Desa Nusapati.

“Warga harus bayar ke humas, Rp100 per-Kilogram. Ini bukan bahasanya dibayarkan ke perusahaan, dia terima langsung, diambil duitnya. Pun DO (delivery order, red) yang tertulis di perusahaan diubah, dibikin tulis tangan. Sementa kita masyarkat disini tidak mau seperti itu,” katanya.

Husin mengaku bahwa masyarakat dan petani sudah sering meminta agar persoalan ini diselesaikan, baik soal limbah, kejelasan pembagian kuota penerimaan kelapa bagi petani lokal, hingga dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum humas.

“(Minta) humas-humas itu keluar dari  sini, masyarakat sudah jenuh dengan bahasa, janji mereka, (kelapa kami) ditahan berkali-berkali, sementara dibalik itu dia mungut duit, keluarkan dulu orang itu, lancarkan kelapa, ya sudah kita bubar (tidak demo lagi). Sudah sejak tiga hari saya mohon-mohon agar kelapa saya masuk, (sampai) busuk, ini minta mediasi lagi, masyarakat jenuh dengan bahasa itu,” katanya.

Senada dengan itu, Iwan (25 tahun), menyampaikan bahwa masyarakat sebenarnya tidak keberatan jika perusahaan menerima/mengambil buah kelapa dari daerah lain, namun masyarakat mengharapkan agar perusahaan dapat lebih dulu memprioritaskan buah kelapa dari para petani Nusapati sendiri.

“Ini ada yang dari Padang Tikar, Kakap, dari ketapang,” kata Iwan, yang biasa mendrop sekitar 4 ton kelapa per minggu.

Sebelumnya, demonstrasi yang dilakukan sejak pukul 07.30 Wib tersebut sempat membuat arus lalu lintas di wilayah tersebut terganggu dan bahkan terjadi kemacetan. Namun seperti diakui oleh Kapolsek Sungai Pinyuh, Kompol Sunaryo, bahwa dalam penyampaian aspirasi tersebut, situasi dan kondisi tetap berjalan aman dan lancar.

Puluhan ton kelapa tertahan.

“Pengamanan dilakukan sejak pukul 09.00 Wib. Personil yang diturunkan sekitar 20 orang, dengan dibackup dari Polres Mempawah. Sejauh ini kondisi aman lancar, hanya sempat terjadi kemacetan lalu lintas,” katanya diwawancarai sekitar pukul 15.00 Wib.

Sunaryo mengaku, pihak kepolisian telah berupaya melakukan mediasi kepada pihak perusahaan terkait tuntutan buah kelapa para petani. Hasilnya, pihak perusahaan pun siap mengakomodir buah milik petani.

“Perusahaan siap, (soal) kelapa sudah oke, sudah clear. Untuk wilayah Nusapati itu khusus, gak perlu ngantri-ngantri, perusahaan pun oke nanti koordinasi dengan Kades,” katanya.

Namun kenapa warga petani masih bertahan, dijelaskan Sunaryo, karena mereka masih menuntut persoalan yang tidak bisa dimediasikan pihaknya, karena memang bukan kewenangan polisi.

“Ini sekarang muncul lagi soal pribadi, minta berhentikan dua orang humas, saya tidak bisa, karena itu urusan intern perusahaan,” katanya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak perusahaan belum dapat dikonfirmasi dan memberikan keterangan.

Berita Terkait
Komentar
Loading...