Wew, Keluarga Khadafi Laporkan Penyidik Polresta ke Polda Kalbar - Netizen

Wew, Keluarga Khadafi Laporkan Penyidik Polresta ke Polda Kalbar

keadilan
Ilustrasi-net

NETIZEN.media-Keluarga tersangka kasus penipuan dan penggelapan, Muhammad Khadafi melaporkan penyidik Satreskrim Polresta Pontianak ke Propam Polda Kalbar. Lantaran penetapan statusnya dianggap tidak sesuai prosedur.

perdana inn 3

Saudara Khadafi, Subhan Jaya Admaja menjelaskan, penetapan adiknya sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan, jelas bertentangan dengan Pasal 1754 dan 1320 KUHPerdata, serta Pasal 19 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 (UU 39/1999) tentang Hak Asasi Manusia HAM

Kemudian bertentangan dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan serta yurisprudensi Mahkamah Agung (MA) Nomor 133 K/Kr/1973 tanggal 15 Nopember 1975 dan Nomor 1601.K/Pid/1990 tanggal 26 Juli 1990.

“Di dasar hukum ini jelas, kasus yang terjadi pada adik Saya seharusnya masuk ke ranah perdata bukan pidana umum,” kata Subhan, Senin (30/07/2018) malam.

Ia membenarkan, kalau antara adiknya dan pelapor telah bekerjasama untuk mendirikan perusahaan pada Oktober 2019. Kemudian berdirilah PT Murni Independen Khatulistiwa.

Kemudain keduanya bersama-sama menghadap Notaris Edi Dwi Pribadi dan Pejabat Pembuat AKTA di Kota Pontianak. Sehingga tertuanglah dalam akta pendirian perusahaan. “Di akta itu, adik Saya sebagai Direktur Utama, Mardiansyah sebagai Direktur dan pelapor Novianti selaku Komisaris,” beber Subhan.

Untuk kelengkapan legalitas perusahaan, kata Subhan, diuruslah segala bentuk perizinan seperti SITU, SIUP, TDP, Izin Gangguan, HO, NPWP dan Pendaftaran di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat. Dimana Untuk keperluan pengurusan perizinan tersebut memerlukan biaya administrasi serta operasional, termasuk penyewaan Kantor.

Besarnya biaya yang dibutuhkan itu, lanjut dia, disampaikanlah kepada pelapor, hingga akhirnya yang bersangkutan bersedia mengeluarkan Rp30 Juta yang diserahkan kepada Khadafi dalam dua tahap.

Pada tahap pertama, diserahkan Rp10 Juta. Namun tidak cukup untuk membuat perusahaan. Sehingga diambil pinjaman kembali ke pelapor Rp20 Juta. “Seluruh penggunaan uang ada buktinya berupa kuitansi. Dari mana letak penipuan dan penggelapannya,” tanya Subhan.

Berdasarkan dana pinjaman dari Novianti selaku Komisaris itulah, semua perizinan untuk perusahaan yang didirikan, termasuk mengurus domisili perusahaan, dapat diselesaikan.

Tetapi karena untuk menyewa kantor sisa dana yang dari kepengurusan legalitas perusahaan tidak memungkinkan, akhirnya Khadafi berinisiatif untuk sementara waktu berdomisili di bangunan Komplek Dora Niska Indah Blok A No.12 Kelurahan Pal V Kecamatan Pontianak Barat.

“Namun ketika perusahaan belum beroperasional, Novianti sudah minta uangnya dikembalikan. Adik Saya yang merasa itu adalah uang pinjaman mengatakan kepadanya tetap dikembalikan setelah ada penghasilan dari perusahaan,” papar Subhan.

Pelapor, kata Subhan, sepertinya lupa jika perusahaan itu berdiri karena kerjasama. Sehingga uang dipinjamkan itu, bukan pribadi melainkan perusahaan dan atas keinginan bersama.

“Tetapi mengingat tanggung jawab moral dan itikad baik adik Saya, sehingga berusaha mencari jalan untuk mengembalikan pinjaman perusahaan tersebut. Namun Novianti terkesan tidak sabar, lalu membuat laporan ke Polsek Pontianak Barat,” ungkap Subhan.

Di Mapolsek Pontianak Barat keduanya dimediasi. Hasilnya, uang pinjaman dikembalikan. “Tetapi di Polresta Pontianak, Khadafi ditangkap saat di rumah orangtua dan ditetapkan sebagai tersangka penipuan,” sambung Subhan.

Terkait munculnya alibi lain terkait pinjaman kepada perusahaan itu, jelas Subhan, merupakan suatu hal yang bersifat memutarbalikkan fakta dan upaya rekayasa untuk dapat mengaitkan unsur pidana terhadap pasal yang terapkan, agar dapat diproses.

“Berdasarkan fakta-fakta itu dan dasar hukum yang kuat, maka pada 24 Juli lalu kami telah melaporkan penyidik Polresta ke Propam atas penyidikan dan penetapan status tersangka kepada adik Saya,” tegas Subhan.

Ia berharap, Propam Polda Kalbar dapat menindaklanjuti laporannya terkait tidak proseduralnya penetapan Khadafi sebagai tersangka, demi memenuhi rasa keadilan.

Terpisah, Kasateskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli menegaskan, bahwa penetapan Khadafi sebagai tersangka kasus penipuan sudah sesuai prosedur. “Penetapannya sebagai tersangka didasari alat bukti yang kuat,” singkatnya.

Komentar
Loading...