Akibat Dolar Tak Kunjung Membaik, Peternak Ayam Tercekik Karena Pakan Ikutan Naik

Dolar yang tak kunjung membaik berdampak pada naiknya harga pakan ayam-ilustrasi. Internet.

NETIZEN.media-Jatuhnya nilai tukar rupiah yang sudah mencapai kisaran Rp14.500 per dolar AS, secara signifikan menyebabkan naiknya harga pakan ayam.

“Semakin terdepresiasi rupiah, para peternak ayam, baik broiler maupun layer, tercekik karena harga pakan yang terus naik,” kata Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dalam akun Twitter pribadinya @fadlizon, Selasa (31/07/2018).

Fadli menyampaikan konsekuensi tersebut terpaksa diterima para peternak, karena sebagian bahan pakan ternak berasal dari luar negeri atau impor, sehingga harganya sangat bergantung pada nilai tukar rupiah.

“Di sisi lain, harga jagung untuk pakan jg merangkak naik, sudah mencapai Rp4.200 pada akhir Juli ini,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut politisi Partai Gerindra ini menyebut bahwa harga DOC (Day Old Chicken) juga naik, padahal ketersediaannya juga tidak memadai.

“Sy prihatin dan sedih, para peternak ayam tidak dapat menutup biaya produksi dan makin merugi. Kenaikan harga daging ayam dan telur, dalam kajian HKTI, tidak dirasakan oleh peternak ayam. Harga kandang (farm gate), yang naik sedikit tidak sebanding dengan kenaikan harga pakan,” katanya.

Sedangkan, lanjut Fadli, harga di tingkat konsumen lebih dibentuk oleh mata rantai distribusi, bukan produksi. Kenaikan lebih harga dinikmati pedagang ketimbang peternak. Masalah harga lebih pada distribusi dan tata niaga daripada produksi.

“Dalam pandangan HKTI, kondisi peternak dan peternakan ayam saat ini sudah darurat. Pemerintah harus segera turun tangan selamatkan para peternak dan peternakan ayam. Jangan sampai industri peternakan ayam, terutama peternakan rakyat, hancur lebur,” sampainya.

Fadli juga menambahkan bahwa tingginya harga telur dalam sebulan terakhir juga berasal dari masalah-masalah tadi. Karena tak mampu lagi menahan beban biaya pakan yang mahal.

 

“Akhirnya banyak peternak yang melakukan afkir dini, alias menjadikan ayamnya sebagai ayam potong. Buntutnya, kita kini mengalami kelangkaan telur,” katanya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...