Frantinus Nigiri Praperadilkan Penyidikan Kemenhub - Netizen

Frantinus Nigiri Praperadilkan Penyidikan Kemenhub

praperadilan frans
Praperadilan kasus fake bom Pesawat Lion Air, di PN Pontianak, Jumat (03/08/2018).

NETIZEN.media-Pemuda asal Papua, Frantinus Nirigi yang menjadi tersangka dan ditahan atas kasus fake bom di pesawat Lion Air di Bandara Supadio Pontianak, menggunakan haknya sebagai warga negara, dengan mempraperadilkan Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

perdana inn 3

Praperadilan yang ditempuh Frans–sapaan Frantinus Nirigi–berlangsung Jumat (03/08/2018) pukul 08.30 WIB. Ia didampingi Penasehat Hukum, di antaranya Pengacacra asal Kalbar, Andel. Dimonitor langsung Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) yang dipimpin Stephanus Paiman.

Namun sayang, sidang perdana Praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak ini ditunda. Pasalnya, pihak termohon dan turut termohon, yakni Kapolresta Pontianak dan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI, tidak hadir dalam persidangan tersebut.

Menurut Andel, kedua pihak sebagai termohon dan turut termohon Praperadilan sudah menerima surat panggilan, tetapi tidak hadir dalam sidang. “Untuk itu, majelis sudah memberikan kesempatan untuk melakukan penundaan dan kita tidak membacakan permohonan praperadilan,” terangnya.

Namanya praperadilan, jelas Andel, proses hukum tetap jalan, walau kali keduanya pada Jumat depan tidak hadir, tidak bisa ditunda. Meskinya 7 hari sudah diputuskan perkaranya.

“Alasan kita melakukan melakukan Praperadilan, lantaran jelas bahwa proses penangkapan dan penahanan FN itu menurut kami tidak sah. Ini kan salah prosedur, untuk melakukan penangkapan dan penahanan,” tegas Andel.

Tidak mempunyai kekuatan hukum, katan ini merupakan Undang-Undang (UU) khusus, bukan umum. “Peristiwa yang terjadi di Lion Air itu adalah UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan,” pungkas Andel.

Frantinus Nirigi
FRKP dan mahasiswa Untan Pontianak asal Papua

Sementara itu, Ketua FRKP, Stephanus Paiman menganggap ada yang janggal atau ganjil dalam proses yang sedang menimpa Frans. “Kita berharap kasus ini benar-benar berkeadilan sesuai Undang-Undang yang berlaku dan bukan karena pesanan atau intervensi pihak tertentu,” tegasnya.

Paiman menganggap ganjil, lantaran sudah jelas dari kesaksian Frans bahwa yang membuat gaduh itu hingga menimbulkan korban luka-luka adalah pengumuman dari pihak maskapai, pilot dan pramugari. “Tetapi mereka tidak disentuh. Malah FN yang langsung ditetapkan sebagai Tersangka dan ditahan,” paparnya.

Apabila terbukti Fran tidak bersalah, tambah dia, maka segera dibebaskan dan pulihkan namnya baiknya. “Sebaliknya, jika memang FN terbukti bersalah, silahkan proses dengan Undang-Undang yang berlaku,” tutup Paiman.

Berita Terkait
Komentar
Loading...