Oknum Jaksa Paksa Putra Kecilnya Blowjob - Netizen

Oknum Jaksa Paksa Putra Kecilnya Blowjob

Pelecehan
Ilustrasi-net

NETIZEN.media-Parah. Oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar, AJ memaksa putranya yang masih berusia 4 tahun 6 bulan, AP untuk melakukan oral seks atau blowjob. 

perdana inn 3

“Kemarin Papa itu masukkan ‘burungnya’ ke mulut AP (korban) Ma,” kata Ibu Korban, MA (35) menirukan ucapan putrinya, kepada wartawan, di Cafe Dine Jalan Karya Baru Pontianak, Sabtu (04/08/2018) siang.

MA yang saat itu sudah tiga pekan tidak bertemu bocah kecilnya, langsung shock. “Saya tanya, yang benar nak?. Iya Ma katanya,” ceritanya.

Korban yang tercatat sebagai murid salah satu Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Pontianak itu, menceritakan peristiwa tragis yang dialaminya dengan polos.

“Kamu bilang apa sama Papa? Anak Saya bilang, jangan Pa jangan. Terus dia nangis, terus lari. Itu cerita dari anak Saya sendiri,” ujar MA dengan mata berkaca-kaca.

Warga Kecamatan Pontianak Barat ini mengungkapkan, bahwa putranya yang masih Balita itu memang tinggal bersama ayah kandungnya, AJ yang mendapat hak asuh setelah perceraiannya.

Tidak terima atas perbuatan mantan suaminya kepada putra kandung mereka, MA pun mengadukan kasus tersebut ke Polda Kalbar pada Selasa (31/07/2018), lalu ke KPPAD pada Rabu (01/08/2018).

Saat ini korban sedang mendapat pendampingan dari KPPAD di suatu tempat yang aman, untuk pemulihan kondisi psikisnya.

“Anak Saya dibawa oleh KPPAD untuk diperiksa. Saat anak Saya ditanya Psikolog, jawabannya sama seperti apa yang disampaikannya ke Saya,” papar MA.

Selain pengakuan, MA juga melihat perilaku putrinya berubah. “Dia (korban) sering nunjukin kemaluannya. Walaupun tidak dibuka. Tetapi sering ditunjukkan ke Saya atau ke teman gitu. Kadang kalau makan muntah. Mungkin dia masih terngiang ya,” lirihnya.

MA mengaku sangat kecewa dengan AJ yang sudah sangat dipercaya untuk membesarkan buah hati mereka. “Orang yang Saya percaya untuk mendidik, membesarkan anak Saya, bisa setega itu sama anaknya sendiri,” geramnya.

Sebelum bercerai, ungkapnya, AJ tidak memiliki tanda-tanda kelainan atau penyimpangan seksual. Sehingga cerita putranya itu membuatnya shock bukan main.

MA berharap proses hukum yang ditempuhnya bisa segera berjalan, tidak berbelit-belit walaupun pelakunya merupakan oknum jaksa. “Saya hanya ingin keadilan untuk anak Saya. Saya hanya ingin melindungi anak Saya. itu saja,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kuasa Hukum dari korban, Dewi Ari Purnamawati memastikan, akan sekuat tenaga menyelesaikan kasus dengan korban anak di bawah umur ini.

“Kita prosesnya melewati pengaduan, dan itu akan berjenjang dulu. Insya Allah Senin kami akan follow up ke Polda Kalbar untuk perkembangan,” terang Dewi.

Berita Terkait
Komentar
Loading...