Jurnalis MNC Group Diserang Gerombolan Oknum Driver Ojol - Netizen

Jurnalis MNC Group Diserang Gerombolan Oknum Driver Ojol

Rosi Yulizar
Jurnalis MNC Group di Pontianak, Rosi Yulizar (gondrong) melapor ke Mapolsek Pontianak Kota, Senin (06/08/2018). -Foto: Netizen.media-

NETIZEN.media-Jurnalis MNC Group, Rosi Yulizar diserang segerombolan driver Ojek Online (Ojol), saat meliput keributan di Jalan Ampera Kota Pontianak, Sabtu (04/08/2018) sore.

perdana inn 3

“Saat itu Saya melihat ada keributan. Wajar donk kita selaku jurnalis melihat keributan, langsung kita liput,” kata Rosi, ditemui usai melapor Polsek Pontianak Kota, Senin (06/08/2018).

Keributan yang dimaksudkan Rosi tersebut, antara driver Ojol dengan salah seorang pemilik kios di Jalam Ampera. Ia pun langsung mengeluarkan ID Card dan merekam kejadian di depannya itu.

“Baru sepuluh detik gambar diambil, para oknum tersebut langsung mendatangi dan mengintimidasi Saya,” cerita Rosi.

Bentuk intimidasinya, oknum driver Ojol itu memaksa Rosi untuk menghapus video yang diambilnya. Bahkan disertai dorongan dan makian.

Lantaran ulah oknum driver Ojol itu jelas menghalangi-halangi jurnalis menjalankan tugasnya sesuai UU Pers, Rosi pun melaporkan kasus intimidasi itu ke polisi.

Laporan ini, jelas Rosi, sesuai kesepakatan kawan-kawan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Pontianak dan dukungan dari Kantor MNC Group, agar kasus ini dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Tadi sudah di-BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dan Alhamdulillah pihak kepolisian sudah menyambut baik hal ini,” ucap Rosi.

 

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum Advokasi dan Serikat Pekerja, AJI Kota Pontianak, Boyke Sinurat menyesalkan aksi intimidasi yang diterima salah seorang Jurnalis di Pontianak tersebut

“Padahal teman kita telah memberi tahukan kepentingan beliau untuk melakukan peliputan dan bahkan juga telah menunjukan ID Card kewartawanan,” kata Boyke.

Jurnalis RRI ini menilai, apa yang dilakukan para oknum driver Ojol itu telah bertentangan dengan kemerdekaan pers. “Di mana setiap jurnalis berhak meliput, memperoleh, dan mengolah berita,” jelas Boyke.

Saat ini, tambah dia, kasus yang menimpa Rosi sudah dilaporkan ke Polsek Pontianak Kota. Harapannya, dapat segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Abdullah Syam mengatakan, kasus yang menimpa Rosi masih dalam pengusutan. “Soalnya kan ramai saat itu, pelakunya siapa, masih perlu dicari keterangan,” katanya.

Abdullah memastikan pihaknya akan melaksanakan penyelidikan dan pengungkapan secara transparan dan profesional. “Kita harapkan semuanya bersabar,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Loading...