Hanya Luasan Lahan Pertanian Pangan Pribadi yang Sulit Divalidasi - Netizen

Hanya Luasan Lahan Pertanian Pangan Pribadi yang Sulit Divalidasi

Suhardi
Suhardi

NETIZEN.media-Memvalidasi luasan lahan pertanian pangan di Kalbar sebagai upaya untuk mencegah alihfungsi lahan, membutuhkan teknologi canggih dan biayanya sangat tinggi. Namun hal itu bisa diminimalisir, lantaran hanya perlu dilakukan terhadap lahan milik petani secara pribadi.

perdana inn 3

“Lahan pertanian pangan di Kalbar ini, ada milik petani secara pribadi, namun ada juga yang dimiliki Kelompok Tani,” ungkap Suhardi, Anggota Komisi 2 DPRD Kalbar, ditemui di ruang kerjanya, Rabu (08/08/2018).

Untuk lahan pertanian pangan milik Kelompok Tani, jelas Suhardi, sudah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati. Sehingga luasan arealnya sudah sangat jelas. Validasinya tentu tidak akan sulit.

Luasan areal Kelompok Tani tersebut, tambah dia, dijadikan dasar bagi pemerintah untuk memberikan bantuan kepada para petani. “Mungkin lahan milik Kelompok Tani inilah yang dilarang untuk dialihfungsikan, misalnya dijadikan lahan perkebunan,” kata Suhardi.

Kelompok-kelompok tani yang tersebar di kabupaten-kabupaten di Provinsi Kalbar, lanjut Suhardi, rata-rata terdiri atas 20 Kepala Keluarga (KK). Luasannya paling-paling berkisar 40 hektare, dengan asumsi satu KK rata-rata memiliki 2 hektar lahan pertanian pangan.

Sedangkan untuk lahan pertanian pangan milik petani secara pribadi, menurut Suhardi, luasannya belum jelas. Tentunya akan sulit divalidasi. “Yang belum jelas luasannya itu, yang belum ditetapkan seperti milik Kelompok Tani itu,” terangnya.

Kendati luasan arealnya belum jelas dan sulit divalidasi, kata Suhardi, lahan pertanian milik pribadi tersebut sangat jarang dialihfungsikan menjadi lahan lainnya.

“Kecuali ada semacam intruksi atau permintaan dari instansi terkait untuk alihfungsi. Misalnya karena petaninya kurang aktif dan lainnya, lalu lebih baik dijadikan perkebunan,” ucap Suhardi.

Ia mengatakan, para petani yang memiliki lahan secara pribadi itu sangat jarang mengalihfungsikan lahan pertanian pangannya, lantaran bertani bagi mereka sudah menjadi semacam warisan lelulur atau budaya.

Berita Terkait
Komentar
Loading...