KPPAD Kalbar Minta Kajati Nonaktifkan AJ

Kasus dugaan pelecehan anak yang diduga dilakukan oknum Jaksa

KPPAD Kalbar
KPPAD Kalbar konferensi pers, sebagai respon terhadap pembelaan oknum jaksa AJ di Kajati Provinsi Kalbar, Selasa (07/08/2018). -Foto: Netizen.media-

NETIZEN.media-Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalbar meminta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), menonaktifkan AJ yang terjerat kasus pecelehan seksual terhadap anaknya.

“Sehingga tidak ada conflict of interest, agar AJ bisa berkonsentrasi untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Kepala Divisi Data Informasi dan Pelayanan Pengaduan/Mediasi, KPPAD Provinsi Kalbar, Alik R Rosyad, Selasa (07/08/2018).

Penonaktifan oknum jaksa AJ tersebut, menurut Alik, sangat penting dilakukan, agar tidak ada kepentingan-kepentingan yang dikhawatirkan akan membuat kasus memaksa anak bawah umur untuk blowjob ini berat sebelah.

Pernyataan Alik ini juga sebagai respon atas sikap Kejati yang membiarkan, bahkan memfasilitasi AJ untuk menggelar konferensi pers di kantornya. Padahal apa yang dilakukannya sebagai pribadi, bukan dalam konteks pekerjaan atau kedinasan. “Selayaknya AJ tidak menggunakan institusi untuk pembelaan-pembelaannya,” tegas Alik.

Menurut Alik, bila memang AJ dinonaktifkan sementara sampai kasus ini terang benderang, maka institusi Kejati akan lebih baik di mata masyarakat.

Bukan hanya menyesalkan pembelaan AJ yang dilakukan di institusinya bahkan didampingi jaksa lainnya, Alik juga menilai tudingan MA (ibu korban) menculik anaknya, sangat tidak tepat. “Saya pikir AJ sebagai Jaksa anak sangat paham, bahwa tidak ada penculikan yang dilakukan orang tua,” ujarnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum korban, Dewi Ari Purnamawati yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut mengatakan, sah-sah saja ketika AJ ingin melaporkan kembali ibu korban.

Namun, ingat dia, tentu ada semacam persyaratan yang harus dilaksanakan sebelum membuat laporan. “Ketika ada laporan pencemaran nama baik, itu laporan awal y ang harus dibuktikan terlebih dahulu, dan Saya pikir AJ sangat paham dengan hal itu,” kata Dewi.

Ia juga berharap institusi Kejati Kalbar dapat bersikap profesional dan tidak berat sebelah dalam menghadapi kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak bawah ini. “Mungkin seperti masukan Pak Alik, AJ dinonaktif dan menunjuk jaksa yang betul-betul bisa memahami perkara anak,” ujar Dewi.

Kemudian ia menceritakan tentang laporannya terkait kasus tersebut kepada pihak kepolisian beberapa waktu lalu. Dalam waktu dekat, Polda Kalbar akan gelar perkara.

“Karena kemarin korban juga sudah di-BAP dan sudah ada reka ulang. Memang kita jadi sangat terkejut, karena si korban ini bisa melakukan (reka ulang) dengan baik apa yang sudah dialami,” pungkas Dewi.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...