Berkaca pada Negara-negara yang Hancur

Seminar Nasional
Seminar Nasional Menjelang HUT ke-73 RI, di Rektorat Untan Pontianak, Kamis (09/08/2018).

NETIZEN.media-Hancurnya negara-negara di dunia, karena gagal menyatukan perbedaan. Berkaca dari itu, LPP RRI ingin mengambil bagian dalam menjalankan perannya menyatukan sejumlah kekuatan besar dalam satu panggung.

“Muaranya pada pemberian pemahaman wawasan kebangsaan dan nasionalisme,” kata Direktur Program dan Produksi LPP RRI, Soleman Yusuf, ketika membuka Seminar Nasional Jelang HUT ke-72 RI, di lantai tiga Rektorat Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalbar, Kamis (09/08/2018).

Panggung berupa Seminar Nasional ini mengusun tema “Mewujudkan Kalbar yang Aman, Damai, Sejahtera serta Memperkuat Nasionalisme dalam Bingkai NKRI”.

Seminar Nasional ini diikuti ratusan mahasiswa dari sejumlah universitas di Kota Pontianak, dan disiarkan langsung RRI Pontianak, Sintang dan Entikong.

Dalam kesempatan tersebut, Soleman mengatakan, Indonesia ini bangsa yang besar dan negara yang hebat. Terdiri atas 714 suku bangsa yang tersebar 513 Kabupaten dan Kota.

Negara ini mampu terus eksis dan berkembang sampai usia 73 tahun kemerdekaan. “Di negara lain, suku bangsanya sedikit saja, ada yang belum bisa bersatu,” kata Soleman.

Uni Sovyet misalnya, negara yang pernah paling ditakuti di planet ini, hanya bertahan 69 tahun, sebelum pecah menjadi enam negara. Belum lagi negara-negara lain, seperti Yugoslavia, Jerman Timur.

“Negara-negara tersebut hancur, karena gagal melakukan asimilasi budaya, asimilasi agama dan suku bangsa,” jelas Soleman.

Di tempat yang sama, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Untan Pontianak, Rien Pantekostasi mengapresiasi langkah LPP RRI ini.

Ia berharap, Seminar Nasional menjelang HUT ke-73 RI ini menjadi momentum tepat untuk meneladani dan mengingat jasa para pahlawan yang mampu bersatu bersama, berjuang memerdekakan bangsa ini. “Kita sebagai generasi penerus, masih memiliki berbagai tantangan dan ancaman yang harus dihadapi,” kata Rien.

Tantangan tersebut, ungkap Rien, seperti rendahnya tingkat kesejahteraan, pendidikan dan kualitas kesehatan. Kemudian kriminalitas, konflik sosial, terorisme dan dampak negatif lainnya. “Ini juga terjadi di Kalbar, karena menjadi bagian dari NKRI,” jelaanya.

Mengingat masih banyaknya persoalan bangsa yang akan dan harus dihadapi, Untan Pontianak, lanjut Rien, selaku wadah dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Kalbar yang mumpuni, mengajak semua elemen bangsa di daerah ini, bersatu dan tetap menjaga persaudaraan, demi keutuhan NKRI.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Hukum dan Pemerintahan, Amunnudin menilai, seminar tentang wawasan kebangsaan perlu diadakan secara rutin.

Apalagi, kondisi saat ini menuntut masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Kalbar, lebih arif dan bijak dalam menyikapi perkembangan yang terjadi. Khususnya isu politik di tahun politik.

“Kita harus memahami gejala yang berkembang saat ini. Kalbar baru saja selesai melakasanakan Pilkada Serentak. Ini tentu menjadi pengalaman yang berharga bagi masyarakat kita. Alhamdulillah, Kalbar tetap aman,” papar Amunnudin.

Ke depan ada lagi Pemilu 2019, banyak isu hoaks dan isu politik lainnya yang dapat memanaskan situasi. “Karena itu, kita harus tetap menjaga kebersamaan ini,” ujar Amunnudin.

Seminar Nasional yang digelar LPP RRI menghadirkan sejumlah pemateri. Di antaranya Letkol ARH Amansius Rikol dari Kodam XII Tanjungpura, Syarif Toto Thaha AlkadrieTokoh Masyarakat Melayu, NCH Saiyan Tokoh Adat Dayak dan Syafarudin Oesman Sejarawan Kalbar.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...