Pakai Kaos #2019GantiPresiden Aniaya Pedagang, Ini Alasan Pelaku... - Netizen

Pakai Kaos #2019GantiPresiden Aniaya Pedagang, Ini Alasan Pelaku…

Tersangka SR
Tersangka SR yang kini mengenakan kaos tahanan, menutupi wajahnya dengan tangan yang berisyarat, di Mapolda Kalbar, Kamis (09/08/2018). -Foto: Netizen.media-

NETIZEN.media-Seorang pria berongos mengenakan baju kaos #2019GantiPresiden, memukul wajah seorang pedagang di toko arloji, berkali-kali. Bahkan sempat mengancam dengan batang penyapu.

perdana inn 3

Aksi premanisme di salah satu toko arloji di Jalan Hasanuddin Kota Pontianak tersebut tereram kamera pengintai (CCTV) dan viral di Media Sosial (Medsos). Pelakunya diketahui berinisial SR dan sudah diamankan aparat kepolisian.

Ternyata aksi SR tersebut, sama sekali tidak berhubungan dengan kaos yang dikenakannya atau ihwal dukung mendukung dalam Pemlihan Presiden (Pilpres) 2019. Kaos tersebut kebetulan dikenakannya. Video tersebut salah satunya diunggah akun Facebook Alif Batara

capture video penganiayaan
screenshot penganiayaan yang dilakukan SR terhadap pedagang arloji

Ketika dihadirkan dalam press release di Mapolda Kalbar, Kamis (09/08/2018), SR mengaku memukul pedagang tersebut karena tersinggung. “Saya merasa tersinggung dengan kata-katanya saat proses tawar menawar jam tangan,” katanya.

Atas kejadian tersebut, korbannya yang mengalami memar-memar di wajahnya melapor ke kepolisian. Sehingga SR diringkus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Lantaran SR mengenakan kaos #2019GantiPresiden, rekaman CCTV tersebut pun viral di Medsos. Menanggapi hal tersebut, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, harus memisahkan, mana yang masuk koridor hukum dan mana yang belum.

Dialog Kapolda dengan SR
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menayakan langsung alasan SR memukul pedagang arloji tersebut, di Mapolda Kalbar, Kamis (09/08/2018). -Foto: Netizen.media-

“Di sini kita membicarakan yang masuk koridor hukum, yakni kasus penganiayaannya. Masalah viral karena mengenakan kaos itu, tentu tergantung yang memviralkannya,” kata Didi.

Di kepolisian, jelas Didi, kasus tersebut sudah masuk proses penyidikan dan pelakunya sudah diamankan. “Proses aturan hukum itu sudah sempurna, yakni nada tersangka, korban, bekas-bekas penganiayaan, alat bukti. Semua bisa kita kumpulkan,” paparnya.

Berita Terkait
Komentar
Loading...