Jemaah Haji Asal Mempawah Meninggal di Tanah Suci

Anak dan menantu Suparto.

NETIZEN.media-Suparto bin Kartidjo Abdullah (64 tahun), jemaah haji asal Kabupaten Mempawah menghembuskan nafas terakhir di tanah suci Mekah, Kamis (09/08/2018) sekitar pukul 15.30 Wib Waktu Arab Saudi (WAS).

Dari hasil pemeriksaan petugas medis, pensiunan Dinas Perkebunan Mempawah tersebut meninggal karena sesak nafas.

Weni Purnama Rezki (33 tahun) anak kedua almarhum menyampaikan, kabar meninggalnya sang ayah diketahui sekitar pukul 20.00 Wib. Dirinya yang saat itu sedang berada di Pontianak mengaku sangat kaget, jika sang ayah telah dipanggil oleh sang Maha Kuasa.

Tak ayal, malam itu juga ia langsung ke rumah orangtuanya di Jalan Daeng Manambon RT 001/001 Kuala Secapah Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah.

“Waktu berangkat Bapak tidak ada sakit apa-apa, tidak ada riwayat sakit. Tiba-tiba tadi malam saya dapat SMS dari ibu kalau bapak sesak nafas. Setengah jam kemudian, saya dapat telepon dari ibu, bapak sudah meninggal,” katanya saat ditemui di rumah duka, Jumat (10/08/2018).

Keluarga saat hendak melepas keberangkatan Suparto dan istri.

Lebih lanjut, Weni mengaku bahwa Suparto memang memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan gula, bukan sesak nafas, namun sejak berada di Mekah, Suparto sekalipun tak pernah mengeluhkan tentang penyakitnya itu.

“Bapak hanya cerita yang senang-senang, tentang keadaan cerita disana. Saya pun tidak ada firasat apa-apa. Sampai hari ini pun saya masih tidak percaya, saya merasa bapak masih ibadah (hidup) saja disana,” katanya dengan wajah sembab.

Senada dengan itu, Rendy Rudi Gunata (32 tahun) pun mengaku sangat kaget. Dirinya tak menyangka jika mertuanya tersebut pergi begitu cepat.

“Bapak meninggal di pemondokan Masjidil Haram. Tidak lama dari bapak merasa sesak nafasnya, sekitar selang waktu 20-30 menit saja, saya dapat kabar dari kakak (Weni) di Pontianak sudah meninggal. Pas di rumah (duka) juga lagi ada acara yasinan mingguan,” katanya didampingi istri tercinta Putri Herlini (29 tahun).

Setelah memastikan musibah tersebut, pihak keluarga dan masyarakat sekitar pun telah melakukan sholat ghaib dan berdoa berjamaah, yang dilangsungkan setelah sholat Jumat di Masjid Al Wasilah.

Terpisah, Kepala Kemenag Kabupaten Mempawah, H Kamaludin menyampaikan bahwa almarhum sendiri tergabung dalam kloter 13 BTH dengan nomor Paspor B9342918. Tidak sendirian, ia berangkat ke tanah suci bersama istrinya, Nurhayati binti Abdussamad (60 tahun), pensiunan PNS di Dinas Pertanian Mempawah.

Kepala Kemenag Mempawah, H Kamaludin.

Kepada awak media, Kamaludin menyampaikan bahwa diduga penyakit sesak nafas yang diduga memicu meninggalnya Suparto diperoleh di Arab Saudi.

“Beliau tidak ada riwayat asma, anak-anaknya juga bilang demikian, asma itu kan penyebabnya banyak bisa stress, kelelahan, infeksi pernapasan, termasuk perubahan iklim, kemungkinan sakitnya dapat disana. Kalau saya duga (pemicunya) cuaca, dan bisa juga kelelahan,” katanya.

Ia menyampaikan, sebelum diberangkatkan dari Kabupaten Mempawah, semua jemaah yang berjumlah 179 orang sudah dilakukan medical check up dan imunisasi oleh tim dokter. Almarhum, kata dia malah termasuk jemaah yang sehat, dibanding jemaah lainnya. Lantaran ada beberapa jemaah ada yang menggunakan kursi roda dan sempat masuk ke rumkit sebelum berangkat.

“Untuk cek kesehatan terjadwal disana, deteksi kesehatan setiap saat bisa, banyak dokter yang standby,” katanya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...