LDII Kalbar: Jemaah Haji yang Meninggal di Tanah Suci Dijamin Syahid - Netizen

LDII Kalbar: Jemaah Haji yang Meninggal di Tanah Suci Dijamin Syahid

Jemaah saat melakukan ibadah haji di tanah suci-ilustrasi. Internet.

NETIZEN.media-Ketua Umum Ormas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kalbar, Susanto menyatakan bagi jemaah haji yang meninggal di tanah suci Mekah sudah dijamin oleh Allah SWT sebagai syahid.

perdana inn 3

“Secara pandangan agama Islam, dia (kategori) syahid, karena dia meninggal dalam rangka menjalankan ibadah, apalagi ini menjalankan rukun Islam kelima. Itu sudah janji Allah,” katanya Jumat (10/08/2018) sore.

Susanto menyampaikan, bahwa ibadah dalam Islam dibagi menjadi dua kategori, yakni ibadah mahdhoh (ketetapan) dan ibadah ghairu mahdhoh (bersifat sosial). Bagi siapa saja yang sedang mengerjakan dua ibadah tersebut akan dikategorikan sebagai jihad, sehingga jika ia meninggal dalam kondisi yang demikian, maka yang bersangkutan akan meninggal dalam keadaan syahid.

“Walaupun masih dalam perjalanan menuju ke tanah haram, kemudian ia jatuh sakit, dia syahid. Apalagi meninggalnya di tanah haram. Dan memang lebih afdhol-nya jangan dibawa pulang jenazahnya, tapi dimakamkan di tanah haram,” katanya.

Tak hanya bagi almarhum/almarhumah, keberkahan juga akan dilimpahkan bagi sanak saudara yang turut ikhlas menerima ketentuan Ilahi tersebut. Ia oun berharap agar ketabahan keluarga yang ditinggalkan dapat ditingkatkan.

“Karena tidak bisa bertemu, bisa dilakukan sholat ghaib, dan berdoa lah sebanyak-banyaknya kepada almarhum, karena hal itu sebagai pengganti ziarah,” katanya.

Sebelumnya, Suparto bin Kartidjo Abdullah (64 tahun), jemaah haji asal Kabupaten Mempawah meninggal dunia di tanah suci Mekah saat sedang menjalankan ibadah haji. Almarhum yang berdomisili di Jalan Daeng Manambon RT 001/001 Kuala Secapah Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah tersebut meninggal pada Kamis (09/08/2018) sekitar pukul 15.30 Wib Waktu Arab Saudi (WAS).

Berita Terkait
Komentar
Loading...