Selamatkan Populasi Ikan Indonesia, BKIPM Musnahkan 16 Ekor Ikan Berbahaya - Netizen

Selamatkan Populasi Ikan Indonesia, BKIPM Musnahkan 16 Ekor Ikan Berbahaya

BKIPM Entikong musnahkan 16 ekor ikan berbahaya.

NETIZEN.media-Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Entikong, Jumat (10/8), memusnahkan sebanyak 16 ekor ikan berbahaya. Enam ekor diantaranya ikan piranha, sembilan ekor ikan sapu-sapu dan saru ekor ikan oscar.

perdana inn 3

Kepala BKIPM Entikong, Giri Pratikno menyampaikan ikan-ikan ini terpaksa dimusnahkan karena potensial akan mengancam populasi ikan asli, lantaran sifatnya yang invasif.

“Kita ambil contoh ikan piranha jika terlepas di alam bebas bisa membahayakan ikan lokal. Dengan porsi makan yang sangat besar, cepat berkembang biak dan dapat dipastikan keberadaan ikan piranha akan mengancam keberlangsungan sumber daya ikan kita,” ujarnya saat memimpin acara pemusnahan.

Pemusnahan ikan berbahaya dan bersifat invasif itu dilakukan dengan cara dikubur, karena ikan invasif itu sendiri sudah dalam keadaan mati. Semua ikan invasif yang dimusnahkan merupakan hasil sidak yang dilakukan BKIPM Entikong di sejumlah pasar di perbatasan, serta ada pula yang diserahkan langsung oleh masyarakat pasca dilakukan sosialisasi yang gencar oleh BKIPM Entikong di wilayah perbatasan.

Jenis ikan invasif yang dimusnahkan.

“Ikan yang dimusnahkan merupakan hasil penyitaan BKIPM pada bulan Juli lalu. Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41/PERMEN-KP/2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya Dari Luar Negeri Ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia, ikan-ikan yang dimusnahkan tersebut tergolong jenis ikan yang berbahaya,” jelasnya lagi.

Adapun kehadiran spesies ikan baru, yang dikenal sebagai Species Asing Invasif (SAI), mendesak populasi ikan asli atau endemik, baik melalui pemangsaan, kompetisi makanan, maupun keunggulan reproduksinya.

“Ikan-ikan asli menjadi semakin sulit dan terancam hidupnya dan pada akhirnya tersisihkan, digantikan oleh ikan asing introduksi tersebut,” katanya.

Komentar
Loading...