Suparto, Jemaah Haji Asal Kalbar Pertama yang Meninggal - Netizen

Suparto, Jemaah Haji Asal Kalbar Pertama yang Meninggal

Almarhum Suparto saat berbincang bersama keluarga semasa hidup.

NETIZEN.media-Almarhum Suparto bin Kartidjo Abdullah (64 tahun), merupakan jemaah haji pertama asal Kalimantan Barat yang meninggal dunia di tanah suci pada musim haji tahun 2018 ini.

perdana inn 3

Jemaah haji asal Kabupaten Mempawah ini didiagnosa meninggal dunia pada Kamis (09/08/2018), sekitar pukul 15.30 Wib Waktu Arab Saudi (WAS) karena terserang sakit sesak nafas.

“Beliau jemaah pertama asal Kabupaten Mempawah yang meninggal, di Kalbar juga yang pertama, mudah-mudahan tidak ada lagi,” kata Kepala Kemenag Kabupaten Mempawah, H Kamaludin saat dimintai keterangannya di Kantor Kemenag Mempawah, Jumat (10/08/2018).

Kamaludin menyampaikan, untuk selanjutnya, pihak Kemenag Mempawah akan segera mengurus hal-hal apa yang menjadi hak dari ahli waris, diantaranya asuransi.

“Kita laporkan ke Pemerintah Arab Saudi untuk mendapat surat kematian (Certificate of Dead/COD) untuk dikirim ke Indonesia, untuk proses asuransi yang bersangkutan. Untuk barang-barang almarhum saat ini masih disana, dan akan dikirim bersamaan dengan sepulangnya jemaah lainnya tanggal 12 September,” katanya.

Sesuai dengan mekanisme aturan yang diterapkan oleh Pemerintah Arab Saudi, setiap jemaah haji yang meninggal tidak dapat dipulangkan ke negara asalnya. Untuk itu, Suparto pun disemayamkan di Pemakaman Soraya di Mekah.

“Ya, memang prosedurnya sudah begitu,” ujarnya.

Merujuk pada data yang dikeluarkan Kemenag Mempawah, Kamaludin menyampaikan kasus jemaah haji asal Kabupaten Mempawa yang meninggal di tanah haram terhitung sangat jarang terjadi.

“Tahun lalu itu ada satu orang, sama (penyebabnya), sesak nafas karena berdesak-desakan di pintu Masjidil Haram. Tahun 2016 kosong, kemudian tahun 2015 ada satu orang,” katanya.

Kepergian Suparto menyiratkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat dan orang-orang yang dikenalnya. Suparto meninggalkan seorang istri, dua orang anak dan tiga orang cucu.

“Bapak memang sudah niat untuk berangkat haji sejak tahun 2012. Sebelum berangkat bapak sehat, hanya kadang dia mengeluhkan kakinya yang sudah agak lemah, sehingga kalau jalan jauh sudah tidak terlalu kuat,” kata Rendy Rudi Gunata (32 tahun) menantu almarhum ditemui di rumah duka, Jalan Daeng Manambon RT 001/001 Kuala Secapah Mempawah Hilir.

Setelah meninggalnya Suparto, segenap keluarga dan karib kerabat ditanah air berharap agar istri almarhum Nurhayati binti Abdussamad (60 tahun) mendapat ketabahan dan kekuatan untuk terus beribadah di tanah suci.

“Kita keluarga terus support ke ibu, ibu tetap lanjut ibadah. Tidak ada pesan khusus dari almarhum kepada kami, dia hanya minta jaga rumah baik-baik. Kemudian karena bapak ini suka nanam tanaman-tanaman buah, ada lengkeng, ada buah naga, bapak juga pesan agar tanaman-tanaman yang ditanam disamping rumah diperhatikan,” kata Rendy.

Berita Terkait
Komentar
Loading...