Terlapor Kasus Blowjob, AJ Pertanyakan Sikap KPPAD Kalbar - Netizen

Terlapor Kasus Blowjob, AJ Pertanyakan Sikap KPPAD Kalbar

Oknum Jaksa AJ
Oknum Jaksa AJ

NETIZEN.media-Oknum Jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar, AJ yang dilaporkan ke Polda Kalbar, atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak kandungnya, balik menuding dan mempertanyakan sikap Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar.

perdana inn 3

“KPPAD harusnya di posisi netral, cukup mengawasi anak. Selanjutnya, silakan memantau rekan-rekan kepolisian untuk menangani perkara ini. Jangan terlalu intervensi sampai dalam,” kata AJ, ditemui di ruangannya, Kamis (09/08/2018) siang.

AJ juga menanggapi KPPAD yang mempermasalahnya menggelar konferensi press di Kantor Kejati Kalbar. “Pemberitaan di media itu, oknum jaksa cabuli anak dan sebagainya, telah membawa status Saya sebagai Jaksa,” katanya.

Untuk itulah, selaku jaksa AJ mempunya prosedur tersendiri, di antaranya dengan melapor ke pimpinannya. “Kita gunakan hak jawab sesuai Undang-Undang. Kita lakukan konferensi pers secara resmi di kantor,” jelasnya.

Setelah mengetahui dan membaca isi konferensi pers KPPAD di media, AJ mengaku sangat cemas dengan kondisi anaknya. Untuk itulah, pada Rabu (08/08/2018) Ia bersama keluarga, mendatangi KPPAD. Tujuannya, guna mengetahui kondisi terkini anaknya.

Namun AJ dan keluarganya hanya mendapatkan kekecewaan. Mereka tidak diizinkan untuk menjenguk anak tersebut. “Saya tidak masalah (tidak bisa menjenguk-red), karena Saya diduga pelaku. Tetapi izinkan keluarga Saya, minimal Ibu Saya, dan Tantenya untuk bisa melihat. Keluarga Saya kan tidak ada sangkut pautnya dengan pelaporan,” ujarnya.

Ia berharap KPPAD yang melindungi anaknya tersebut, juga memberikan perlakuan yang sama terhadap ibu dan keluarganya. “Jangan sampai ibu dan keluarganya bisa sama-sama menjenguk di situ,” kata AJ.

Setelah dilarang bertemu, AJ mengungkapkan, pihak keluarganya hanya diminta untuk meninggalkan nomor handphone. Namun, sampai dengan hari ini, belum mendapatkan panggilan dari pihak KPPAD.

Sementara terkait pernyataan KPPAD yang menyatakan anaknya mengalami perubahan perilaku dalam tiga pekan terakhir, AJ mengaku sangat terkejut. Ia takut bocah 4 tahun itu dipengaruhi.

“Diajarin Bahasa Inggris segala macam itu cepat dia. Apalagi disuruh menghapal seperti itu selama tiga pekan. Itu yang Saya takutkan, dicuci otak. Tetapi Saya percaya, Polda Kalbar bisa menilai mana yang benar, bisa profesional,” tutur AJ.

Soal pelaporan mantan istrinya ke pihak Kepolisian, AJ mengaku, belum menerima panggilan dari Polda Kalbar. Ia yakin, dalam kasus ini ada pihak-pihak yang “bermain” di belakang mantan istrinya.

“Saya akan melaporkan MA (mantan istrinya-red) dan membuka orang-orang yang bermain di belakangnya. Karena Saya yakin dia tidak sendiri. Namun Saya akan melihat perkembangan nanti, dan tidak akan tergesa-gesa sehingga menimbulkan masalah baru,” pungkas AJ.

Berita Terkait
Komentar
Loading...