Karhutla Bikin Kapolsek Kakap Tak Sempat Duduk Tenang

Kapolsek Kakap, Iptu Antonius Perdamean memadamkan api, Senin (20/08/2018). -Foto: Netizen.media-
Kapolsek Kakap, Iptu Antonius Perdamean memadamkan api di wilayah tugasnya, Senin (20/08/2018). -Foto: Netizen.media-

NETIZEN.media-Sejak dilantik menjadi Kapolsek Sungai Kakap, Iptu Antonius Perdamean masih belum sempat duduk tenang di kantornya. Karena terus menerus ke lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Hari ini saja kita menemukan hotspot di daerah perbatasan Rasau Jaya-Pematang Tujuh, dan Serdam-Sungai Raya,” ungkap  Antonius, Senin (20/08/2018).

Pria yang belum genap sepekan menggantikan AKP Nyandang sebagai Kapolsek Sungai Kakap ini, setiap hari turun langsung memantau dan menanggulangi Karhutla di wilayah tugasnya. “Tiap hari kita ke lapangan untuk patroli api, bersama Bhabinkamtibmas, Kanit Sabhara, Intel dan Reskrim,” kata Antonius.

Langkah ini, tambah dia, mau tidak mau harus diambil. Lantaran titik Karhutla terpantau cukup banyak dan tersebar di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. “Khususnya wilayah Punggur Besar dan Punggur Kecil. Karena kedua area tersebut berbatasan langsung dengan Rasau Jaya dan Sungai Raya,” jelas Antonius.

Tidak hanya mengerahkan jajarannya, Antonius juga menggandeng pihak terkait untuk bersama-sama menangani Karhutla. “Kita menggandeng masyarakat dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Desa,” ungkapnya.

Mulai dari mencari dan menemukan titik api, lanjut Antonius, hingga berjibaku memadamkannya. Minimal untuk mengurangi kepekatan kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak.

Sampai saat ini, aku Antonius, belum ditemukan pelaku pembakaran lahan. Kemungkinan mereka lebih dahulu kabur, sebelum petugas datang. Karena lokasinya jauh dari pemukiman penduduk. “Untuk mengetahui pelakunya, kita memang agak kesulitan, karena tidak ada masyarakat di sekitar lokasi kebakaran,” ujarnya.

Antonius mengatakan, untuk saat ini pihaknya lebih fokus pada upaya mengurangi titip api. Disertai dengan sosialisasi kepada masyarakat, agar tidak ada lagi yang membakar lahan. Baik menggunakan media spanduk imbauan maupun lainnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat, bahwa membakar lahan dapat dikenakan sanksi pidana. Selain itu, juga berdampak negatif pada keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Banyak warga kita yang sesak nafas karena asap. Ini benar-benar berbahaya. Kita meminta masyarakat bersama-sama untuk menyelesaikan masalah ini,” ajak Antonius.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...