PK Berencana Bunuh 2 Rekannya Pakai Listrik

Rekonstruksi Pembunuhan di Rasau Jaya

Tersangka PK memperagakan kembali ketika dia mengangkut mayat korbannya dengan arco, di Mapolresta Pontianak, Kamis (23/08/2018). -Foto: Netizen.media-
Tersangka PK memperagakan kembali ketika dia mengangkut mayat korbannya (diperankan petugas) dengan arco, di Mapolresta Pontianak, Kamis (23/08/2018). -Foto: Netizen.media-

NETIZEN.media-Tersangka pembunuhan 2 karyawan peternakan ayam di Desa Rasau Jaya III, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, PK ternyata awalnya ingin menghabisi nyawa rekan kerjanya itu dengan aliran listrik.

“Namun karena kabelnya kurang panjang dan jauh dari colokan, tersangka sempat memikirkan cara lain lagi,” kata Kasatreskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli, usai rekonstruksi pembunuhan terhadap Petrus Jun Heri dan Floren, di Mapolresta Pontianak, Kamis (23/08/2018) sekitar pukul 09.30 WIB.

Rekonstruksi yang dijalani tersangka PK tersebut terdiri atas 46 adegan. “Jelas terlihat motif tersangka melakukan pembunuhan, yakni sakit hati, karena sering dihina kedua korban,” kata Husni.

Waroeng V

Karena sakit hati itu PK berencana menyetrum Petrus Jun Heri dan Floren yang lelap. Karena kesulitan, Ia pun mengambil palu dan parang.

PK menghantamkan palu ke kepala korban Petrus Jun Heri lebih dahulu baru Floren. “Setelah itu kedua korban ditebas dengan parang pada bagian leher dan mengenai bagian dada,” papar Husni.

Rekonstruksi pembunuhan di kandang ayam, Desa Rasau Jaya III, yang dilakukan PK terhadap rekan kerjanya (diperankan petugas), di Mapolresta Pontianak, Kamis (23/08/2018) pagi. -Foto: Netizen.media-

Sementara itu, Kuasa Hukum Tersangka PK, Muhammad Mauluddin mengatakan, kliennya itu mengakui semua perbuataannya. Ini akan menjadi salah satu yang meringankan hukuman.

Diberitakan sebelumnya, PK membunuh Petrus Jun Heri dengan Floren, rekan kerjanya di peternakan ayam Rasau Jaya III, Sabtu (11/08/2018) dini hari.

Jenazah kedua korban kemudian dibuang ke semak-semak di dua tempat berbeda dengan menggunakan alat angkut (arco), tidak jauh dari kandang ayam.

Atas perbuatannya, PK disangkakan dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Pair Kebab Habib River X
Berita Terkait
Komentar
Loading...