Kebhinekaan Sedang Dalam Masalah, Ini Pesan NU untuk Banser Kalbar

Bhineka Tunggal Ika.

NETIZEN.media-Pimpinat Pusat Fatayat NU, Dr Khalilah, MPd menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang dihadapkan pada persoalan ancaman kebhinekaan yang cukup pelik. Jika ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin berpotensi mengancam kedaulatan NKRI.

Untuk itu, sebagai kader bangsa, ia meminta kepada Banser harus pro aktif mencegah hal tersebut, jangan sampai terjadi.

“Banser harus tegas terhadap perusak Kebhinekaan, jika dibiarkan maka kita tidak akan pernah merasakan kedamaian,” ujarnya saat menyampaikan materinya dihadapan peserta Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) II tingkat Provinsi Kalbar, Jumat (24/08/18) malam.

Acara ini dipusatkan di pondok pesantren Suryalaya cabang Sanggau, Jalan Nusa Indah Sanggau Permai Kelurahan Sei Sengkuang Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau.

Lebih lanjut, Khalilah mengapresiasi Banser di Kalbar yang secara konsisten, istiqomah, disiplin dan semangat melakukan sistem kaderasisi secara berkelanjutan. Hal ini menurutnya sangat penting sebagai wujud ikhtiar membentuk kader-kader bangsa yang cinta NKRI, yang menjunjung tinggi kebhienekaan.

“Ada empat syarat yang perlu ada agar sebuah bangsa atau negara dapat berdiri tegak, yaitu: pemerintahan yang berdaulat, ada wilayah, ada penduduk, dan negara tersebut di akui oleh negara lainnya,” katanya.

Dr Khalilah MPd saat menyampaikan materi kebangsaan dihadapan peserta Susbalan II Tingkat Provinsi Kalbar.

Adapun bangsa Indonesia sebagai bangsa yang memiliki 34 provinsi, 514 kab/kota, adalah kawasan wilayah yang diatasnya berdiri penduduk Indonesia, memiliki pemerintahan yang berdaulat dan diakui oleh negara lain kemerdekaannya.

“Kita memiliki adat istiadat, budaya, bahasa, bahkan suku bangsa yang berbeda-berbeda namun tetap satu jua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan Kebhinekaan ini harus kita pertahankan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Banser sebagai mars yang dinyanyikan adalah garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dan NKRI. Untuk itu sebagai calon lulusan perwira dalam kaderisasi Susbalan angkatan ke II ini, perlu untuk meningkatkan kapasitas baik secara kualitas (keilmuan) maupun secara kuantitas (fisik yang kuat), membulatkan tekad, meluruskan niat Lilla hitl Taala untuk membela ulama dan umara yang sah demi kesatuan NKRI.

“Insyaallah tidak ada yang sia-sia, semuanya akan dinilai sebagai tabungan ibadah sebagai bekal kita meninggal nanti,” ujarnya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...