PARAH. Masyarakat Sambas Masih Antre Air Bersih

antre air
ilustrasi-net

NETIZEN.media-Indonesia sudah 73 tahun merdeka. Tetapi rakyatnya masih saja antre menggunakan truk atau membawa jeriken dan baskom, hanya untuk mendapat air bersih. Pemandangan memprihatinkan itu di antaranya dapat dilihat di Kabupaten Sambas.

“Pada musim kemarau beberapa bulan ini, masyarakat Kabupaten Sambas, terutama di daerah pantai, seperti Selakau, Selakau Timur dan Pemangkat sudah kekurangan air bersih. Ini sangat memprihatinkan,” kata Suriansyah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/08/2018).

Suriansyah
Suriansyah

Legislator asal Kabupaten Sambas ini mengungkapkan, penyediaan air bersih sampai hari ini hanya untuk masyarakat di sekitar Kecamatan Sambas dan Tebas saja, dan sebagian Kecamatan Pemangkat.

“Walaupun ada program pembangunan jaringan pipa dari Kecamatan Sajingan ke Kecamatan Sambas yang melewati beberapa kecamatan seperti Teluk Keramat, Galing dan lainnya, tetapi itu belum mencukupi,” ujar Suriansyah.

Untuk daerah yang lebih rendah, lanjut Suriansyah, seperti di Kecamatan Semparuk, Pemangkat, Salatiga, Selakau, Selakau Timur hingga kini belum ada langkah nyata atau rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih.

Menurut Ketua DPD Partai Gerindra Kalbar ini, masih sulitnya masyarakat mendapatkan air bersih ini, membuktikan penyediaan air bersih di Kabupaten Sambas masih belum terkelola dengan baik.

“Apakah tidak ada cara Pemerintah Kabupaten atau Provinsi untuk membantu dalam penyediaan air bersih secara kontinu, yang tidak kering di musim panas,” kata Suriansyah setengah tidak percaya.

Kalaulah belum mampu menggunakan teknologi yang besar atau berbiaya besar dalam penyediaan air bersih untuk masyarakat itu, kata Suriansyah, tentunya bisa dicarikan teknologi tepat guna. “Ini harus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sambas dan Pemerintah Provinsi Kalbar,” tegas Suriansyah.

Kesulitan mendapatkan air bersih seperti di Kabupaten Sambas ini, tambah dia, tidak menutup kemungkinan juga terjadi di daerah lainnya di Provinsi Kalbar. “Ini harus menjadi perhatian serius Bupati dan Gubernur,” lanjut Suriansyah.

Di Kabupaten Sambas, ungkap Suriansyah, cukup banyak bukit yang apabila dikelola secara baik, akan menjadi sumber air bersih untuk masyarakat. “Potensi berbagai sungai tentunya juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih, asal menggunakan teknologi yang sesuai,” paparnya.

Sungai-sungai yang dimaksudkan Suriansyah tersebut, di antaranya di Kecamatan Selakau dan Selakau Timur yang memiliki Sungai Sebangkau dan Sungai Selakau. “Walaupun dihilirnya air asin, namun di hulunya itu air tawar,” bebernya.

Suriansyah sangat optimis, banyak cara untuk menjadikan potensi-potensi tersebut sebagai sumber ketersiaan air bersih bagi masyarakat secara kontinu, terutama pada musim kemarau. “Pemerintah, terutama Pemerintah Kabupaten Sambas bertanggungjawab dalam penyediaan air bersih tersebut,” tegasnya lagi.

Dalam mengeksplor potensi sumber air tersebut, menurut Suriansyah, pemerintah bisa menggandeng pihak swasta. “Kalaupun tidak bisa dalam skala besar, paling tidak dibuatkan beberapa skala kecil dahulu,” katanya.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Sambas mencarikan sumber air dan sumber dana untuk mengatasi masalah air bersih. “Beberapa daerah memilih untuk bekerjasama dengan pihak swasta dalam penyediaan air bersih, seperti di Batam dan Palembang. Kenapa kita di Kalbar tidak demikian,” tutur Suriansyah.

Kalau memang dari sisi pendanaan tidak mencukupi, di Kalbar juga bisa bekerjasama dengan pihak swasta untuk penyediaan air bersih. “Tetapi kalau dananya cukup, tentu kita bisa mandiri,” ucap Suriansyah.

river x
Komentar
Loading...