Cegah Korupsi, KPK Sarankan Pemda Mempawah Sering-Sering Panggil Ustad

Ketua Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK RI Wilayah Kalimantan Barat, Rusfian.

NETIZEN.media-Ketua Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Wilayah Kalimantan Barat, Rusfian menyampaikan bahwa korupsi bisa terjadi karena dua sebab, yakni karena sistem dan karena orang.

“By system dan by people, by system oke kita bangun bareng-bareng. Kalau by people ini kan perlu banyak ustadz lah kesini,” katanya berkelakar usai memberikan monitoring ke jajaran Pemkab Mempawah, Jumat (31/08/20108) di Aula Kantor Bupati Mempawah.

Ia menyampaikan, korupsi merupakan perbuatan buruk dimata semua agama. Sehingga dalam rangka penguatan mental dan spiritual, dari sisi “manusianya”, perlu didukung dan dimotivasi oleh para rohaniawan. Sementara KPK sendiri, kata dia lebih pada penguatan sistem yang transparan berbasis online.

“Kami yakin dengan perbaikan sistem, menutup peluang orang untuk tidak korupsi, paling tidak yang mau coba-coba, misalnya merubah RKPD, usulan-usulan anggaran, bisa ter-record di sistem,” katanya.

Dalam konteks transparansi, KPK mengaku tidak muluk-muluk dalam menentukan target. Dia hanya meminta bagaimana penganggaran bisa dilakukan secara transparan dan terintegrasi dan berbasis online.

“Saya tidak muluk-muluk, jangan ada lagi ketik-ketik manual begitu lah, out out dari e-planning, diinput ke e-budgeting. Ini kan sudah zaman now,” katanya.

Bahkan untuk mengaplikasi hal tersebut, KPK tidak melihat adanya kendala SDM untuk Kabupaten Mempawah. Menurutnya, tak hanya SDM aparaturnya yang baik, namun infrastruktur untuk mendukung pemakaian internet juga memadai.

“SDM sini sudah canggih lah, kecuali di Papua ya beda lagi, maaf ya bukan SARA ini, tapi (infrastruktur penunjang), ini zaman now, sudah ada Perpres mengenai sistem penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik,” katanya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...