Penjual Nama BPN Diringkus Korbannya…

ukur tanah
Ilustrasi-net

NETIZEN.media-Mengaku punya kenalan di Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten Kubu Raya, EW (45) berlagak bisa mengurus sertifikat tanah warga. Ternyata, warga Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya ini tidak lebih dari seorang penipu.

Korbannya, Daerang Kamaruddin bin Daeng Ahmad, pemilik tanah seluas sekitar 9.195 meter persegi. “Modusnya, pengurusan pengukuran balik batas sertifikat dan perubahan SKT ke Sertifikat,” ungkap Kasatreskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli, Minggu (02/09/2018).

Kejadiannya pada Oktober 2017. Saat itu, EW meminta uang Rp12 Juta untuk mengurus segala administrasi pembuatan sertifikat tanah tersebut kepada Daeng Kamarudin. “Korban telah menyerahkan uang tersebut kepada pelaku di Kantor Pos dan Giro Rasau Jaya,” kata Husni.

Waroeng V

Setelah menerima uang tersebut, EW menghilang dan pengurusan sertifikat pun tanpa hasil. Bahkan sampai Kamarudin wafat beberapa bulan lalu. “Anak dari Daeng Kamarudin melaporkan kasus penipuan tersebut pada 22 Maret 2018,” ucap Husni.

Sejak saat itu, aparat kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan. Namun EW sulit ditemukan, karena sering berpindah-pindah. Hingga arkhirnya keluarga korban mengetahui keberadaannya di Kubu hendak pulang ke Rasau Jaya dengan menumpang speedboat.

Keluarga korban dengan dibantu Ikatan Remaja Masjid Tanjung Wangi Rasau Jaya Umum pun bergerak cepat, mengamankan EW di Pelabuhan Rasau Jaya dan menyerahkannya langsung ke Polsek Rasau Jaya sambil menggunakan jemputan dari Anggota Jatanras Satreskrim Polresta Pontainak, Sabtu (01/09/2018) sore. “Kini pelaku masih ditahan sambil menjalani pemeriksaan di Mapolresta Pontianak,” ujar Husni.

Saat diinterogasi, EW mengakui perbuatannya. Terdapat pula bukti kwitansi pembayaran dan foto-foto saat pengukuran tanah. “Saat melakukan aksinya tersebut, pelaku didampingi seseorang. Saat dikonfirmasi ke BPN, ternyata orang tersebut bukan petugas BPN, melain teman pelaku sendiri,” papar Husni.

Sementara ini, lanjut Husni, korban dari EW ini hanya satu orang. Tetapi tidak menutup kemungkinan masih ada korban lainnya. “Orang yang membantu kejahatan ini atau yang berpura-pura sebagai orang tukang ukur dari BPN yang dibawa pelaku, juga akan kita jadikan tersangka,” tegasnya.

Atas perbuatannya, EW disangkakan dengan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun.

Untuk diketahui, selama proses pengamanan di Rasau Jaya sampai dibawa ke Polresta Pontianak, EW didampingi rekannya yang mengaku dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Belum diketahui secara pasti kepentingan oknum LSM itu. Namun, Husni memastikan, tidak ada yang bisa mengintervensi penanganan kasus ini. Karena kasus ini menjadi prioritas. Mengingat ada kemungkinan korban dan tersangka lainnya dalam kasus serupa.

Pair Kebab Habib River X
Berita Terkait
Komentar
Loading...