Polda Kalbar Buru Mr Niger yang Takut Masuk ke Indonesia

Para Tersangka Narkoba yang satu jaringan dengan Mr Niger, di Mapolda Kalbar, Senin (10/09/2018). -Foto: Netizen.media-
Para Tersangka Narkoba yang satu jaringan dengan Mr Niger, di Mapolda Kalbar, Senin (10/09/2018). -Foto: Netizen.media-

NETIZEN.media-Bandar Narkoba yang berdomisili di Malaysia, Mr Niger menjadi buronan Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar. Lantaran memasok sabu-sabu dan ekstasi dalam jumlah besar, untuk diedarkan di Kota Pontianak dan sekitarnya.

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalbar bekerjasama Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Kalbar berhasil mengungkap keterlibatan Mr Niger tersebut pada akhir Agustus dan awal September 2018.

Kepala BNNP Kalbar, Brigjen Suyatmo menjelaskan kronologis pengungkapan sindikat Narkoba internasional tersebut dalam konferensi pers, di Mapolda Kalbar, Senin (10/09/2018).

Waroeng V

Pengungkapan ini, cerita Suyatmo, berawal dari informasi masyarakat. “Dari informasi tersebut, BNNP melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Ditresnarkoba Polda Kalbar untuk menjajaki dan menelusuri,” katanya.

Kemudian petugas menangkap Bayu dan Reinhard yang berperan sebagai kurir dalam sindikat internasional ini, pada Kamis (30/08/2018) sekitar pukul 11.00 WIB.

Keduanya keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) di Jalan Sungai Raya Dalam, kemudian menuju rumah kontrakan mereka.

Petugas pun menggeledah rumah kontrakan dan tidak menemukan apa-apa. Namun, ketika menggeledah mobil Toyota Hilux yang digunakan keduanya, petugas mendapatkan 5 bungkus plastik transparan berisi sabu-sabu. “Seberat 900 gram lebih,” lanjut Suyatmo.

Bayu dan Reinhard mengaku, sabu-sabu tersebut akan dibawa ke wilayah perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.

Dari sinilah diketahui, kalau peredaran narkotika ini ternyata melibatkan Mr Niger, Warga Negara Asing (WNA) yang berperan sebagai pemasok.

Polisi kemudian berusaha menggiring Mr Niger ke wilayah Indonesia. Namun, dia tidak berani menyeberang. Penjagaan di jiran sedang ketat, karena masih dalam perayaan Hari Kemerdekaan.

Tidak berhenti sampai di situ. Penelusuran tetap dilakukan. Hasilnya didapatilah Rian, warga binaan Rutan Kelas IIa Pontianak, yang divonis seumur hidup karena kasus kepemilikan 17 kilogram sabu-sabu.

Rian diketahui berkoordinasi dengan seseorang bernama Jaka. “Dari situlah kita mendapat informasi, bahwa pemasok barang adalah salah seorang atas nama Jaka yang pernah dihukum karena kasus Narkoba juga,” terang Suyatmo.

Jaka merupakan residivis yang pernah terjerat kasus kepemilikan 900 gram sabu-sabu pada 2011, dengan putusan penjara 10 tahun 3 bulan.

Dirinya menjalani hukuman di Lapas Salemba, kemudian dipindahkan ke Nusakambangan, dan bebas bersyarat pada September 2017.

Pria yang memiliki 10 anak ini diketahui mengedarkan sabu-sabu dan ekstasi di Pontianak, dengan melibatkan sang istri Heni, serta beberapa anak dan sepupunya.

Heni diduga berperan sebagai pengatur keuangan, mentransfer uang hasil penjualan barang haram suaminya kepada anak dan sepupu. Dirinya juga membeli perhiasan emas putih dari uang tersebut.

Pada Selasa (04/09/2018) lalu, Tim Gabungan Ditresnarkoba dan BNNP Kalbar berhasil menangkap Jaka dan 5 orang anggota keluarganya, saat hendak menuju Malaysia mengendarai mobil Honda CRV.

“Kita melakukan pengejaran dan didapatlah pada malam itu, atas nama Zakaria alias Jaka beserta istrinya, dan beberapa rekan-rekannya yang akan berangkat ke Malaysia,” imbuh Suyatmo.

Di tempat yang sama, Direktur Resnarkoba Polda Kalbar, Kombes Purnama Barus mengatakan, menurut pengakuan kedua kurir, mereka sudah melakukan dua kali transaksi.

Mengambil barang di Malaysia kemudian memberikan kepada Jaka sebagai bandar di Pontianak.

Untuk membawa Narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi itu, lanjut Purnama, keduanya menyembunyikannya di  dalam vacuum cleaner.

“Jaka sebagai pemodal. Menurut pengakuan kurir sudah dua kali. Modusnya sama, dimasukkan ke vacuum, dibuka di rumah Jaka di (Kampung) Beting,” papar Purnama.

Berikut barang bukti yang berhasil diamankan petugas dari para tersangka:

  1. Sabu-sabu seberat 916,47 gram
  2. Uang tunai Rp165.972.000, RM 7100 dan SGD 3000
  3. Mobil Honda Civic, Toyota Hilux, dan Honda CRV
  4. Sepeda motor 2 unit
  5. Plastik kapsul kosong 2 kantong
  6. BNKB Motor 2 lembar
  7. Airsoft Gun 1 unit
  8. Beberapa paspor
  9. Beberapa unit vacuum cleaner
  10. Beberapa pehiasan emas putih
  11. Beberapa buku tabungan

Sementara itu, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menjelaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi lintas negara demi menangkap Mr Niger.

“Data sudah ada sama kita, tinggal nanti kita berkoordinasi dengan kepolisian negara sebelah untuk membantu pengungkapan kasus ini,” ujar Didi Haryono.

Dalam kesempatan tersebut, Didi Haryono mengatakan, jalur-jalur tikus di daerah perbatasan menjadi jalan bagi para pengedar untuk menyelundupkan Narkoba.

“Kalau yang di jalan-jalan tikus tentunya kita mengharapkan dari warga masyarakat yang di daerah situ. Wargalah yang paling mengetahui situasi dan kondisi, terutama yang di kawasan jalur-jalur tikus itu,” papar Didi Haryono.

Pair Kebab Habib River X
Berita Terkait
Komentar
Loading...