Sutarmidji Bilang Pertumbuhan Ekonomi Era Cornelis itu Aneh

Sutarmidji
Sutarmidji

NETIZEN.media-Kondisi makro ekonomi Provinsi Kalbar selama 10 tahun kepemimpinan Cornelis dan Christiandy Sanjaya, patut disyukuri. Karena terdapat kemajuan yang menggembirakan, rata-rata tumbuh 5,39 persen per tahun.

Pujian itu disampaikan Gubernur Kalbar, Sutarmidji dalam pidato perdananya saat Paripurna Istimewa, di Balairungsari DPRD Provinsi Kalbar, Senin (10/09/2018).

Bahkan, ungkap Midji -sapaan Sutarmidji- khusus pada 2013, 2016 dan 2017, pertumbuhan ekonomi Kalbar di atas capaian pertumbuhan ekonomi Nasional.

Waroeng V

“Namun, anehnya pertumbuhan ekonomi itu tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi sosial masyarakat,” kata Midji di hadapan Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Kalbar dan tamu undangan tersebut.

Midji menjelaskan, tidak signifikannya pengaruh tersebut, di antaranya dapat dilihat dari beberapa indikator, yakni:

  1. Angka kemiskinan menurun sangat lamban, yakni dari 7,88 per Maret 2017 menjadi 7,77 per Maret 2018 dan masih menjadi angka kemiskinan tertinggi di Kalimantan.
  2. Angka pengangguran terbuka juga menurun sangat lamban, yaitu turun sekitar 0,07 persen, dari 4,22 persen terhadap Februari 2017 menjadi 4,15 persen pada Februari 2018.
  3. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar 2017 baru mencapai 6,26 dan menempati peringkat 29 dari 34 provinsi di Indonesia. Lebih khusus, terendah di Kalimantan. Secara Nasional IPM rata-rata sudah 71.
  4. Rata-rata lama sekolah hanya sekitar 7,36 tahun. Artinya tingkat pendidikan penduduk Kalbar rata-rata hanya Kelas II SMP.
  5. Berdasarkan Sensus Penduduk 2010, angka kematian ibu di Kalbar 240 per 100 ribu kelahiran hidup. Masih jauh dari target Millenium Development Goal’s (MDG’s) yaitu 102 per 100 ribu kelahiran hidup.
  6. Daya saing daerah ini sangat rendah, di mana berdasarkan laporan ACSI dari Nastional University of Singapore, daya saing Kalbar menurun drastis, dari peringkat 21 pada 2017, menjadi peringkat 28 pada 2018. Terendah di Kalimantan.
  7. Bahkan dalam aspek kualitas pembangunan infrastruktur pada 2018, posisi Kalbar di peringkat 33 dari 34 provinsi, hanya menang dari Papua.
  8. Rentang kendali pemerintahan dan pelayanan pembangunan, termasuk alokasi anggaran, relatif sulit akibat luasnya wilayah Kalbar yaitu 1,13x luas Jawa.
Pair Kebab Habib River X
Berita Terkait
Komentar
Loading...