BBPOM: Luwak White Koffie Tidak Berbahaya

kopi luwak

NETIZEN.media-Akhir-akhir ini Media Sosial (Medsos) dihebohkan dengan beredarnya video demonstrasi, kopi sachet merek Luwak White Koffie yang mengeluarkan percikan dahsyat saat disulut api.

Video tersebut menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian menyebut karena Luwak White Koffie mengandung lemak babi. Bahkan ada yang menyebutnya mengandung bubuk mesiu. Benarkah begitu?.

Untuk mengkonfirmasi hal tersebut, NETIZEN.media mendatangi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak, pada Selasa (02/10/2018), demi mendapatkan keterangan dari ahli.

Kepala Bidang (Kabid) Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen, Ida Lumongga menjelaskan, memang benar kopi sachet tersebut bisa terbakar, tetapi bukan berarti berbahaya.

“Itu kan produk dengan kategori serbuk yang mengandung creamer. Jadi komposisinya ada gula, creamer, lemak nabati, dan ada serbuk kopinya. Jadi itu cepat terbakar,” kata Ida, saat ditemui di ruang kerjanya.

Dirinya melanjutkan, bahwa bentuk serbuk inilah yang menyebabkan produk pangan tersebut dapat terbakar atau menyala jika disulut dengan api.

Selain itu, Luwak White Koffie mengandung minyak nabati dan memiliki kadar air yang rendah. Kondisi ini juga menjadi faktor lain mengapa kopi ini bereaksi ketika terkena panas.

Ida menegaskan, umumnya produk pangan yang mempunyai rantai karbon atau ikatan antar-atom karbon, kadar air rendah, dan berbentuk tipis serta berpori, bisa terbakar apabila disulut dengan api.

“Ini kan terdiri atas senyawa rantai karbon. Rantai karbon kan mudah terbakar, apalagi kadar airnya kecil. Jadi dia dapat terbakar atau menyala jika disulut dengan api,” papar Ida.

“Apalagi kalau makanan berpori, seperti kerupuk itu makin cepat lagi menyalanya. Karena ada udara di dalam pori-pori tersebut yang membuat cepat terbakar,” timpalnya.

Jadi, jelas Ida, tidak ada yang berbahaya dari hal itu. Produk tersebut juga telah melalui evaluasi keamanan Badan POM, sehingga telah diberi izin edar. “Untuk produk yang memiliki izin edar itu sudah terjamin dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.

Perihal anggapan masyarakat bahwa produk tersebut mengandung lemak babi, atau bubuk mesiu, Ida juga menepis anggapan itu.

“Karena Badan POM telah melakukan evaluasi keamanan, mutu, dan uji pangan terhadap semua bahan yang digunakan untuk pembuatan pangan olahan sebelum diberi izin edar,” ujar Ida.

Berikut video ujicoba yang NETIZEN.media lakukan terhadap Luwak White Koffie:

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...