Ini 5 Faktor Penyebab Imunisasi MR Tak Capai Target

Berli Hamdani
Berli Hamdani

NETIZEN.media-Belum tercapainya target 95 persen imunisasi Measles Rubella (MR) di Kabupaten Kubu Raya, disebabkan 5 faktor khusus. Termasuk di antaranya keterlambatan Fatwa Majelis Ulama Indonesian (MUI).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kubu Raya, Berli Hamdani saat pertemuan evaluasi kampanye imunisasi MR di Aula Bank Kalbar Kubu Raya, Rabu (03/10/2018) pagi.

Adapun kelima faktor khusus tersebut terdiri atas:

  1. Adanya isu kejadian ikutan pasca-imunisasi yang menyebar di masyarakat.
  2. Keterlambatan Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR Produk dari SII (Serum Intitute of India).
  3. Jumlah sasaran imunisasi MR di Kabupaten Kubu Raya merupakan terbesar di Provinsi Kalimantan Barat.
  4. Kondisi demografi penduduk dengan tradisi budaya lokal yang heterogen.
  5. Kondisi geografis Kubu Raya yang sangat luas, terdiri atas wilayah perairan dan kepulauan dengan transportasi air yang mahal.

“Dengan banyaknya kendala dan hambatan tersebut dan capaian imunisasi yang masih di bawah target secara nasional, maka waktu pelaksanaan imunisasi MR diperpanjang sampai 31 Oktober 2018 sesuai dengan surat Menteri Kesehatan,” terang Berli.

Ia menjelaskan, secara epidemiologi atau ilmu penyebaran penyakit, untuk memberantas habis penyakit campak dan rubella harus diberikan imunisasi kepada minimal 95 persen sasaran.

Sementara di Kubu Raya diketahui baru mencapai 45 persen sasaran yang sudah diimunisasi. “Tentunya kekebalan komunitas yang diharapkan itu, tidak akan terbentuk,” kata Berli.

Kalau tidak terbentuk kekebalan secara komunitas, maka risiko yang terbesar nanti Kubu Raya menjadi salah satu sumber dari kedua penyakit ini. “Itulah kenapa waktunya diperpanjang menjadi sampai 31 Oktober 2018,” jelas Berli.

Dia berharap, dengan adanya sosialisasi yang kesekian kalinya ini menjadi evaluasi bagi pihaknya, sekaligus kembali menyadarkan masyarakat bahwa kekebalan kelompok tersebut memang harus dibuat.

Berli pun optimis, target 95 persen yang ditentukan hingga akhir Oktober nanti akan tercapai. “Karena saya tahu bahwa masyarakat, terutama di Kubu Raya ini adalah masyarakat yang cerdas, mandiri, yang juga aktif dalam memberikan jaminan kesehatan terhadap anak-anakny,” tutupnya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...