Doa Istighasah dan Shalawat Nariyah Menggema di Ketapang

Hari Santri Nasional

Istighasah dan Shalawat Nariyah, di halaman Mapolres Ketapang, Minggu (21/10/2018). -Foto: Humas Polda Kalbar-
Istighasah dan Shalawat Nariyah, di halaman Mapolres Ketapang, Minggu (21/10/2018). -Foto: Humas Polda Kalbar-

NETIZEN.media-Untuk mengawali peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober, warga Provinsi Kalbar di Kabupaten Ketapang menggelar istighasah atau doa memohon dijauhkan dari bencana, dan bersama-sama melantunkan shalawat nariyah, di halaman Mapolres Ketapang, Minggu (21/10/2018) malam.

Istighasah dan shalawat nariyah tersebut diawali dengan pembacaan Ummul Qur’an, Alfatiha oleh Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KH M Faisal Maksum.

Doa istighasah mahallul qiyam dipimpin Gus Herisas. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ustaz HM Dhafier. Disertai pula dengan wejangan dari Ketua Tanfidziyah PCNU Ketapang, KH Jema’ie Makmur.

Malam ini juga nampak hadir Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Kapolres Ketapang AKBP Yury Nurhidayat dan lainnya, bersama-sama memohon pertolongan Allah Swt, agar Kalbar terjaga dan terbebas dari bala bencana.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Didi Haryono mengajak alim ulama, habib, kiyai, ustaz dan segenap Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ketapang dan warga yang hadir untuk khusyuk dalam istighasah dan bersemangat dalam bershalawat nariyah.

Didi mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk syukur atas nikmat Allah Swt berupa rasa aman, damai dan tentram di Provinsi Kalbar, khususnya Kabupaten Ketapang. “Bersama santri, damailah negeri,” katanya.

Ia mengatakan, Kalbar termasuk Ketapang dihuni berbagai macam suku, agama dan budaya. Namun, Alhamdulillah penduduknya memahami akan indahnya kebersamaan dalam keberagaman.

Salah satu indikator kebersamaan dalam keberagaman itu, menurut Didi, dapat dilihat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018. Kalbar yang disebut wilayah paling rawan, ternyata paling aman dalam menyelenggarakan pesta demokrasi tersebut. “Tentunya hal tersebut tidak luput dari kerjasama dan partisipasi semua pihak, termasuk hadirin para jemaah di sini,” ucap Didi.

Istighasah dan Shalawat Nariyah di Ketapang (2)

Setelah Pilkada Serentak tersebut, lanjut Didi, warga Kalbar kembali menghadapi agenda nasional, yakni Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang saat ini telah memasuki tahapan kampanye.

“Sebelum kita mencapai puncak pesta rakyat yang akan dilaksanakan serentak pada 17 April 2019 itu, mari mulai dimulai dengan istighasah dan shalawat nariyah untuk memperingati Hari Santri Nasional,” ajak Didi.

Untuk kesekian kalinya, Didi mengajak, seluruh masyarakat untuk menjadikan Provinsi Kalbar percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia, sebagai daerah yang paling aman, damai, elegan, mantap, tertib dan bermartabat di Indonesia.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...