Newbie Juarai Lomba Keroncong se-Indonesia

M Farhan Ananda saat Peksiminas XIV 2018 di Yogyakarta
Muhammad Farhan Ananda saat Peksiminas XIV 2018 di Yogyakarta

NETIZEN.media-Dunia tarik suara seolah mengalir dalam darah Muhammad Farhan Ananda. “Racunnya” masuk ke seluruh tubuh dan membakar semangatnya. Diusianya yang menginjak 19 tahun, sederet penghargaan dan tropi telah direngkuhnya.

Pria yang akrab disapa Aan ini merupakan Juara II Tangkai Lomba Nyanyi Tunggal Keroncong Putra perwakilan dari Pengprov BPSMI Kalbar di Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XIV 2018 di Yogyakarta sejak 15 Oktober lalu.

Tifak main-main, ajang dua tahunan tingkat nasional ini diikuti kontingen dari 34 Provinsi di Indonesia. Aan terpilih mewakili Kalbar setelah menjadi juara pertama di ajang serupa di tingkat daerah pada Agustus 2018.

Kendati sudah menorehkan prestasi di tingkat nasional, ternyata keroncong merupakan jenis musik baru bagi mahasiswa Semester III, Jurusan Teknik Informatika di Politeknik Negeri (Polnep) Pontianak ini.

Aan sebetulnya lebih mendalami musik pop. Namun, karena kecintaannya terhadap olah vokal, ia memutuskan untuk mencoba peruntungan di jalur keroncong. Menjadi pendatang baru atau newbie.

Dirinya baru mengenal genre musik khas ini saat audisi Peksimida 2018. “Itu sekitar dua sampai tiga bulan lalu. Jadi saya benar-benar dengar lagu keroncong tiga bulan terakhir ini,” kata Aan ketika diwawancarai NETIZEN.media di kediamannya, Rabu (24/10/2018) sore.

Tak ayal, ketika memulai menyanyikan lagu-lagu keroncong, Aan menemui tantangan-tantangan baru yang tidak ditemukannya saat menyanyikan lagu pop. “Kalau keroncong kan ada cengkoknya gitu. Terus musiknya susah untuk didengarkan temponya,” katanya.

Kalau sama sekali belum pernah mendengar musik keroncong, lanjut Aan, pasti susah untuk masuk ke ketukan temponya. “Tetapi karena latihan terus, Alhamdulillah sudah bisa mendengarkan temponya. Mau dirasa banget kalau keroncong,” ceritanya.

Setelah menjadi juara pertama di Peksimida 2018, anak bungsu dari lima bersaudara ini melanjutkan langkahnya ke Peksiminas 2018. Berbagai persiapan dilakukannya dalam waktu singkat. Lantaran jarak antara Peksimida dan Peksiminas hanya terpaut dua bulan.

“Satu bulan itu (September 2018) benar-benar ekstra latihannya. Di rumah juga latihan sendiri. Sampai kemarin itu saya ada audisi bintang radio juga sebenarnya, tetapi saya lebih fokuskan di sini (Peksiminas),” timpal Aan.

Perjuangan itu akhirnya tidak sia-sia. Vokalis Band Pop Easy Project ini sangat terkejut bisa menjadi juara kedua dari perlombaan tingkat nasional tersebut.

Selama ia mengikuti berbagai kompetisi menyanyi, sejak SD hingga sekarang, Peksiminas 2018 adalah yang paling berkesan buatnya. Ini adalah kali pertama ia dan sang ibu menangis terharu bersama-sama.

“Waktu pengumuman juara itu, juara harapan duanya dari Jawa Timur, yang saya prediksikan bisa juara satu. Tetapi tidak tahu kenapa juri memilih dia jadi juara harapan dua,” cerita Aan.

Juara Harapan I dari tuan rumah, Yogyakarta. Juara 3 asal Gorontalo. “Juara duanya saya. Makanya saya tidak menyangka sama sekali. Sementara juara satunya Jawa Tengah,” ujar Aan.

Menurutnya, lomba keroncong ini paling berkesan. “Karena memang dari Kalbar tidak ditargetkan meraih juara. Tetapi karena kuasa Allah saya bisa juara. Karena juga memang baru kenal musik ini (keroncong) juga,” lanjut Aan

Ke depan, Aan mengaku tidak menargetkan apapun di dunia tarik suara. Dia ingin mengalir saja seperti air. Di aliran air yang jernih, dan mungkin berakhir di tempat yang indah. “Ngikutin jalannya saja,” tuturnya.

river x
Komentar
Loading...