Ini Jadwal Tayang Film “Slave to The Grind” di Indonesia

(Siaran Pers)

Slave to The Grind

NETIZEN.media-Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menayangkan film dokumenter berjudul Slave To The Grind. Film arahan Doug Robert Brown ini akan diputar di lebih dari 20 kota selama akhir Oktober 2018.

Slave To The Grind merupakan film dokumenter berdurasi 100 menit, mengisahkan kelahiran genre musik tercepat dan paling agresif di dunia, hasil penggabungan antara musik Punk dan Metal.

Garapan rumah produksi Death By Digital yang berbasis di Toronto, Kanada secara primer diputar dalam Calgary Underground Film Festival di Calgary, Kanada pada 21 April 2018.

Sebagai rangkaian promosi, film ini juga telah diputar di berbagai festival musik dan film di berbagai negara. Di antaranya Obscene Extreme (Ceko), Oakland Deadfest (AS), San Francisco Frozen Film Festival (AS), Grossman’s Fantastic Film and Wine Festival (Slovenia) dan masih banyak lagi.

Slave To The Grind menampilkan banyak wawancara yang berasal dari musisi-musisi underground dunia. Di antaranya Pig Destroyer, Napalm Death, Brutal Truth, Repulsion, Carcass, Fuck The Facts, Municipal Waste, Discordance Axis, Anal Cunt dan lainnya.

“Film ini akan diputar di beberapa kota dari beberapa pulau di Indonesia. Harapannya agar teman-teman, baik pegiat musik maupun penggemar, saling mendapatkan informasi,” ujar Afriyandi Wibisono, koordinator pemutaran film Slave To The Grind di Indonesia.

Penayangan Slave To The Grind ini, menurut Afriyandi, menjadi kesempatan yang baik untuk menunjukan bahwa antusias dan para pelaku musik underground di Indonesia layak diperhitungkan.

Terkait teknis pemutaran, Afriyandi telah mengomunikasikannya dengan pelaku musik serta komunitas di kota-kota yang berpartisipasi dalam agenda pemutaran ini.

“Antusias dari teman-teman di berbagai kota sangat banyak, terlebih saat menit-menit terakhir. Sejauh ini ada 21 kota yang telah mengkonfirmasi kesediaan. Mereka adalah teman-teman yang berasal dari berbagai kolektif,” ungkap Afriyandi.

Pemutaran film dokumenter Slave To The Grind di berbagai kota di Indonesia dilakukan dengan cara beragam. Ada yang diselenggarakan bersama acara musik atau membuat diskusi dengan tokoh-tokoh musik setempat.

“Kami mempersilakan teman-teman untuk membuat sendiri konten acaranya mau seperti apa. Yang terpenting film ini bisa tersampaikan secara maksimal. Pemutaran film ini juga dilakukan secara swadaya oleh teman-teman di masing-masing kota yang terlibat,” papar Afriyandi

Untuk di Kota Pontianak, film ini akan diputar di Balai Kopi, Jalan Alianyang (depan Dinas Perhubungan Pontianak), pada 28 Oktober 2018, pukul 19.30 WIB.

Pemutaran tersebut merupakan hasil kerja sama antara Layar Keliling dengan PTK Distribution.

Berikut jadwal pemutaran film Slave To The Grind  di Indonesia:

  • 26 Oktober 2018 – Semarang
  • 27 Oktober 2018 – Banda Aceh
  • 27 Oktober 2018 – Batam
  • 27 Oktober 2018 – Bojonegoro
  • 27 Oktober 2018 – Magelang
  • 27 Oktober 2018 – Tangerang
  • 28 Oktober 2018 – Jakarta
  • 28 Oktober 2018 – Bali
  • 28 Oktober 2018 – Jambi
  • 28 Oktober 2018 – Medan
  • 28 Oktober 2018 – Padang
  • 28 Oktober 2018 – Pontianak
  • 29 Oktober 2018 – Bandung
  • 29 Oktober 2018 – Palembang
  • 30 Oktober 2018 – Balikpapan
  • 30 Oktober 2018 – Bintan
  • 30 Oktober 2018 – Kediri
  • 30 Oktober 2018 – Makassar
  • 31 Oktober 2018 – Malang
  • 31 Oktober 2018 – Pekanbaru
  • 31 Oktober 2018 – Tasikmalaya

Informasi lengkap: +62 813-2874-8395 (WA). Facebook: Slave To The Grind – Indonesia Movie Screening

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...