Sintang Tawarkan 50 Item Inovasi untuk Desa

Bursa Inovasi Desa
Bupati Sintang, Jarot Winarno memukul gong sebagai tanda dibukanya Bursa Inovasi Desa, di Stadion Baning Sintang, Rabu (20/12).

NETIZEN.media. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang membuka Bursa Inovasi Desa yang terdiri atas tiga kategori, yakni bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur, dan kewirausahaan.

“Para Kepala Desa disilakan memilih ide-ide di tiap bursa. Kalau tidak ada yang sesuai, bisa mengusulkan idenya kepada panitia,” kata Jarot Winarno, Bupati Sintang, saat membuka Bursa Inovatif Desa, di Stadion Baning Sintang, Rabu (20/12).

Dalam Bursa Inovasi Desa ini terdapat beberapa contoh inovasi yang dibuat berbagai desa di Indonesia, sesuai dengan item-item inovasi yang ditawarkan kepada desa-desa di Kabupaten Sintang.

Untuk kategori pengembangan SDM terdiri atas 33 item rencana inovatif di bidang kesehatan dan pendidikan, yakni:

  1. Kontrak sehat dengan Keluarga BGM (Bawah Garis Merah)
  2. Model Posyandu Remaja
  3. BPJS Kesehatan Desa Mandiri
  4. Kelompok Peduli ASI Desa
  5. Konselor sebaya untuk kesehatan
  6. Menghidupkan kembali Tabulin (Tabungan Ibu Bersalin)
  7. Pembagian Sasaran Posyandu
  8. Tanggap Darurat Gizi Buruk
  9. Bank Darah untu ibu hamil dan jejaring untuk pelayanan inklusi.
  10. Keberlanjutan pelayanan parenting.
  11. Program Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) dan Bapak Angkat Kesehatan.
  12. Menggaet investasi untuk pelayanan inklusi
  13. Forum Kesehatan Desa Siaga
  14. Komitmen Bersama Kades mengusung kegiatan PSD (Pelayanan Sosial Dasar).
  15. Optimalisasi Aset Desa untuk memandirikan Posyandu
  16. Penanganan Luar Biasa bidanga kesehatan melalui Posyandu
  17. Penanganan gizi buruk melalui Pogides (Pondok Gizi Desa).
  18. Desa dengan kesehatan lingkungan.
  19. Desa PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).
  20. Desa Peduli Hipertensi
  21. Sarana dan perlengkapan Posyandu
  22. Pelatihan Kades Posyandu
  23. Pemberian makanan tambahan dan bantuan keuangan Kader Posyandu
  24. Menumbuhkan minat baca di desa
  25. Memaksimalkan potensi desa untuk pendidikan
  26. Pengalokasian Dana Desa untuk PAUD dengan Surat Hibah
  27. Revitalisasi PAUD
  28. Membuka jejaring tambahan PKBM
  29. Mengatasi kesulitan sinyal dengan program Internet Desa Berbasis Satelit
  30. Bantuan transportasi siswa
  31. Bantuan sarana siswa
  32. Bantuan perlengkapan siswa
  33. Bantuan seragam sekolah siswa

Sementara untuk kategori infrastruktur terdiri atas 7 item inovasi, yakni:

  1. Kajian untuk menentukan teknologi dan ketersediaan air desa
  2. Pengelolaan sarana air bersih desa
  3. Pengelolaan sumber mata air melalui konservasi hutan berbasia kearifan lokal oleh Pemerintah Desa
  4. Memanfaatkan solar cell untuk mengakses air bersih
  5. Pengelolaan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro) melalui Peraturan Desa (Perdes)
  6. Memanfaatkan aliran sungai menjadi Desa Mandiri Energi
  7. Konservasi bambu untuk menjaga sumber mata air dan debit air embung dalam mendukung pertanian dan ekowisata.

Sedangkan untuk kategori kewirausahaan terdiri atas 10 item inovasi, yakni:

  1. Pemanfaatan tenaga profesional untuk pengembangan usaha desa
  2. Desa menghidupkan kembali BUMDes yang dibekukan
  3. Mengubah limbah minyak goreng menjadi PAD (Pendapatan Asli Desa)
  4. Mengamankan pendapatan Desa Wisata melalui penerapan e-Ticketing
  5. Upaya Pemdes menguji kelayakan kinerja BUMDes sebelum memberikan modal kerja
  6. Merintis produk unggulan desa melalui budidaya lada
  7. Budidaya buah naga
  8. Mengubah sampah menjadi tabungan pendidikan
  9. Kebijakan ternak kambing untuk pendidikan
  10. Inovasi BUMDes menjamin pasar petani sawit kecil.

Melalui inovasi-inovasi yang ditawarkan ini, kata Jarot, diharapkan tahun depan penggunaan Dana Desa sudah lebih berkembang lagi.

“Kita mau penggunaan Dana Desa ke depannya lebih inovatif, untuk mencapai desa yang lebih mandiri. Suatu saat, jika desa sudah bisa mandiri, kan lebih baik,” ucap Jarot. (*)

my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...