Universitas Islam Madinah Tawarkan 3 Fakultas Baru untuk Siswa Indonesia

delegasi
Menag RI Lukman Hakim Syaifuddin (kanan) menerima Delegasi Universitas Islam Madinah, Senin (26/03/2018). -Foto: kemenag.go.id-

NETIZEN.media-Univeritas Islam Madinah, Arab Saudi mengundang siswa-siswa Indonesia yang berprestasi untuk menimba ilmu di tiga Fakultas barunya, yakni Teknik, Sains dan Komputer. Menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

Hal itu tercetus dalam pertemuan antara Delegasi Universitas Madinah dengan Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin, Senin (26/03/2018). Sebagaimana dilansir laman Kementerian Agama RI, www.kemenag.go.id

Delegasi Universitas Madinah tersebut terdiri atas Wakil Rektor Bagian Pengajaran Ibrahim bin Ali Al-Ubaid dan Wakil Rektor Bagian Pengembangan Mahmud bin Abdurrahman Muhammad Zain Qodah.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bagian Pengajaran, Ibrahim bin Ali Al-Ubaid menyampaikan, Universitas Islam Madinah saat ini telah terdapat 23 ribu mahasiswa dari 170 bangsa dan telah menelurkan 70 ribu alumni yang tersebar di seluruh dunia.

Sementara Wakil Rektor Bagian Pengembangan, Mahmud bin Abdurrahman Muhammad Zain Qodah mengungkapkan, Universitas Islam Madinah telah berdiri sejak 1960 dan mengkhususkan pada Agama dan Bahasa Arab (specialized university).

“Tetapi sejak 10 tahun terakhir mulai beralih pada comprehensive university, dengan menambah 3 fakultas baru, yakni: Teknik, Sains dan Komputer dengan menggunakan bahasa pengantar seratus persen Bahasa Inggris,” ujar Mahmud.

Sejak dibuka, jumlah mahasiswa asal Indonesia di tiga fakultas baru ini masih sedikit. Oleh karenanya, pihaknya mengundang calon mahasiswa berprestasi asal Indonesia. Syaratnya menguasai Bahasa Inggris baik secara lisan maupun tulisan.

“Jadi salah satu tujuan kita berjumpa Pak Menteri, untuk mendapatkan siswa-siswa terbaik dari sekolah-sekolah agama negeri atau swasta, yang direkomendasikan oleh Kementerian Agama,” ujar Wakil Rektor keturunan Malaysia ini.

Menag Lukman Hakim Syaifuddin menyambut baik tawaran tersebut dan menginstruksikan Direktur Dikti Arskal Salim agar segera menindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan.

Lukman menjelaskan, selama 5 tahun terakhir, Kemenag telah mencanangkan program 5.000 doktor. Sebagian menyelesaikan doktornya di Indonesia, tetapi sebagian lagi di luar negeri. Di antaranya menempuh doktor di bidang ilmu-ilmu umum seperti komputer, kedokteran.

“Kementerian Agama telah menandatangani MoU dengan beberapa perguruan tinggi di Eropa, juga di Arab Saudi seperti Ummul Qura’, Ibnu Sa’ud, mungkin juga bisa dilakukan dengan Madinah,” ujar Lukman. (N2)

my home
river x
Komentar
Loading...