Merebak Gerakan #SaveFrans

#SaveFrans
Mahasiswa FISIP Untan Pontianak berunjuk rasa di Bundaran Digulis Pontianak, menuntut Frans dibebaskkan, Kamis (31/05/2018)

NETIZEN.media-Ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak turun ke jalan, Kamis (31/05/2018). Mereka menggelorakan Gerakan #SaveFrans, menuntut FS atau Frantinus Sigiri (Nigiri) dibebaskan.

Para pengunjukrasa ini menilai, apa yang menimpa Frans, menjadi tersangka dalam kasus prank bom, dengan ancaman 8 tahun penjara, merupakan bentuk arogansi maskapai penerbangan Lion Air.

Para pengunjuk rasa yang prihatin dengan masalah yang menimpa alumnus FISIP Untan Pontianak asal Papua itu, membentuk spanduk, di antaranya meminta Frans segera dibebaskan.

#SaveFrans

Mereka juga mengeluarkan pernyataan sikap yang menunjukkan Frans tidak sendirian di Kota Pontianak ini. Berikut pernyataan sikapnya:

  1. Meminta pihak Kementerian Perhubungan untuk melakukan investigasi independen secara menyeluruh tentang peristiwa dugaan prank bom oleh Frantinus Nirigi, serta mewajibkan pihak tersebut mengumumkan hasil investigasi mereka ke publik, secepat-cepatnya..
  2. Meminta secara tegas pihak Lion Air untuk bertanggungjawab sepenuhnya atas peristiwa kepanikan yang terjadi di atas pesawat hingga jatuh korban. Di mana menurut sejumlah sumber yang tepercaya, insiden kepanikan yang mengakibatkan sejumlah penumpang terluka dan dirawat, disebabkan lemahnya pengendalian petugas di dalam pesawat saat melakukan evakuasi serta penanganannya.
  3. Mendesak Kepolisian dan pejabat berwenang melakukan pemeriksaan mendalam, khususnya kepada para petugas di dalam pesawat seperti pramugari dan pilot yang telah mengambil tindakan evakuasi yang berakibat kepanikan penumpang. Karena berdasarkan keterangan hampir semua media, barang bawaan saudara kami Frantinus Nirigi telah diperiksa dan dikembalikan ke dalam pesawat.
  4. Kami meyakini saudara Frantinus Nirigi tidak pernah melakukan teriakan BOM di dalam pesawat. Insiden kepanikan penumpang yang terjadi setelahnya adalah kekeliruan petugas di dalam pesawat saat menjalankan SOP. (N6)
my home
Berita Terkait
river x
Komentar
Loading...