PERMUDA Ingin Kawasan Timur Kalbar ‘Disayang’ Pemerintah

Dwi Suprihadi
Dwi Suprihadi

 NETIZEN.media-Miris melihat lambannya pembangunan daerah di kawasan Timur Kalbar, 50 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai universitas mengadakan Diskusi Kedaerahan di Cafe Grand Master, Jalan Reformasi, Pontianak, Sabtu (2/06/2018).

Diskusi Kedaerahan ini menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Muhammad Mochlis. Mahasiswa ingin mendengarkan langsung penjelasan dari wakil rakyat. Untuk diketahui, Mochlis merupakan legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Melawi, Sintang dan Kapuas Hulu.

“Sore ini kami ingin membahas pembangunan daerah khususnya di wilayah Timur Kalbar,” ucap Dwi Suprihadi, Ketua Pelaksana Diskusi Kedaerahan kepada Netizen.media.

Diskusi sekaligus Buka Puasa Bersama ini mengangkat tema ‘Capaian dan Tantangan Pembangunan Kapuas Raya’. Mahasiswa-mahasiswi ini juga tergabung di Perhimpunan Pemuda Kapuas Raya (PERMUDA). Mereka berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu, Melawi, Sintang, Sekadau dan Sanggau.

Dwi berpandangan, wilayah Timur Kalbar masih minim pembangunan. Seperti pembangunan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu, ia mendukung percepatan pemekaran wilayah di Kalbar. “Dengan diskusi ini, kami ingin mengetahui sejauh mana perkembangan pemekaran Kapuas Raya. Bagaimana capaian dan progress dari wacana pemekaran itu,” ujarnya.

Melihat kondisi ini, Dwi mengharapkan, Pemerintah Provinsi Kalbar juga memberikan sentuhan kasih sayang di kawasan Timur. “Kami berharap, pemerintah lebih memperhatikan Timur Kalbar. Karena masih banyak pembangunan yang belum kami rasakan,” tegas mahasiswa IAIN Pontianak ini.

Dwi bicara bukan tanpa alasan, sebab di Kabupaten Melawi, pembangunan terasa hambar. “Contoh, di Melawi, Jalan Sayan menuju Kota Baru, sejak 2009 itu hancur. Sampai saat ini tidak ada perbaikan dari pemerintah,” sesal mahasiswa asal Kabupaten Melawi ini.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...