BNNK Mempawah Kurang Seksi

Kepala BNNK Mempawah, AKBP AH Daulay SH, saat menggelar jumpa pers di kantornya, Rabu (18/07/2018).

NETIZEN.media-Badan Nasional Narkotika Kabupaten (Mempawah) mengakui bahwa pihaknya belum dapat melakukan penanggulangan Narkoba secara total. Lantaran secara struktur belum adanya seksi yang menangani secara khusus terkait pemberantasan Narkoba.

“Kami belum ada personil yang mengisi seksi bidang pemberantasan, kita baru pencegahan dan rehabilitas serta kegiatan-kegiatan tata usaha. Adapun pencegahan ini, diantaranya seperti penyuluhan dan advokasi,” ujar Kepala BNNK Mempawah, AKBP AH Daulay SH, Rabu (18/07/2018).

Terkait masalah ini, BNNK Mempawah, kata Daulay sudah sudah menyampaikan surat permohonan ke BNNP Kalbar agar, seksi atau divisi yang kosong tersebut dapat diisi.

“Sudah dari tahun lalu tapi sampai sekarang belum ada, mudah-mudahan tidak lama lagi. Sejauh ini (untuk pemberantasan) kita kerjasama sama Polres,” katanya.

Jika proposal ini diaminkan oleh BNNP, Daulay menyampaikan, maka para personil pada bidang pemberantasan ini akan diisi dari pihak kepolisian. Untuk jumlahnya, akan disesuaikan dengan kebutuhan BNNK Mempawah.

“Nanti diambil dari kepolisian, ada kasi (kepala seksi), ada penyidik, ada bagian administrasi dan anggotanya dari pihak kepolisian, nanti dari BNNP yang koordinasi ke Polda, dari Polda yang kasi instruksi ke bawah,” katanya.

Alhasil BNNK Mempawah, sejauh ini lebih mengedepankan program-program yang sifatnya pencegahan dan rehabilitasi.

Pencegahan yang dimaksud, ialah dengan cara memberikan sosialisasi atau penyuluhan kepada seluruh lapisan masyarakat, instansi, serta jenjang pendidikan yang ada terkait efek buruk dari penyalahgunaan Narkoba.

“Jadi dalam memberikan sosialisasi atau penyuluhan ini ada dua cara, BNN yang mengadakan atau kita yang diundang. Kalau ada undangan, siapa saja, masyarakat, desa dan kecamatan, instansi vertikal maupun horizontal, wajib bagi kami untuk datang, gratis,” katanya.

Secara umum, Daulay mengatakan, sejauh ini baru terdapat tiga desa yang telah dilakukan penyuluhan oleh BNNK Mempawah, selebihnya akan digilir sesuai dengan jadwal yang ada.

“Kalau kita yang mengadakan seluruh kadesnya kita undang, tapi biasanya mereka minta lagi kami memberikan penyuluhan ke masyarakatnya. Selain itu, banyak juga sekolah-sekolah, SMA-SMP, yang minta kita mengisi sosialisasi disana,” katanya.

Ia pun berharap bagi masyarakat, sekolah atau instansi yang membutuhkan sosialisasi atau penyuluhan dapat memasukkan surat undangan, minimal satu minggu sebelum acara dilakukan.

“Ya kita khawatirnya bisa bentrok jadwalnya dengan yang lain. Kita jemput bola juga. Maka ada baiknya sampaikan surat permohonan seminggu sebelum kegiatan,” katanya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...