Kasus Prank Bom Bandara Supadio Bakal Batal Demi Hukum

Hadi Suratman
Hadi Suratman

NETIZEN.media-Kasus kejahilan atau prank bom di pesawat Lion Air, Bandara Supadio Pontianak dengan tersangka Frantinus Nigiri, bakal batal demi hukum.

Hal tersebut disampaikan Ketua Korwil Peradi Kalimantan BTU, Hadi Suratman, menyusul dibatalkanya sidang perdana praperadilan Franstinus Nigiri, lantaran tidak hadirnya pihak yang dituntut, yakni Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub RI dan Polresta Pontianak.

“Jika sampai sidang tiga kali berturut-turut, dipanggil dengan layak dan patut, namun tetap tidak datang, maka Frans akan memenangkan sidang Praperadilan tersebut,” kata Hadi, kemarin.

Diinyatakan menang, jelas Hadi, lantaran yang dituntut tidak menggunakan haknya dalam meraih perlawanan atas gugatan Frans.

Ia mengatakan, praperadilan tersebht ditempuh untuk mengetahui sah atau tidaknya seseorang itu ditangkap. “Pihak tergugat harus menjelaskan dan memberikan perlawanan atas gugatan yang mereka lakukan,” tegas Hadi.

Peluang melakukan praperadilan, tambah dia, ada di setiap kasus pidana yang berakibat ditahan dan digeledahnya seseorang sesuai Pasal 77 KUHAP.

Menurut Hadi, terdapat dua kemungkinan yang menyebabkan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub RI dan Polresta Pontianak tidak menghadiri sidang praperadilan yang diajukan pihak Frans tersebut, yakni:

  1. Tidak mendapatkan haknya, atau
  2. Tidak menghormati pengadilan

Hadi berharap, kasus ini didasarkan pada keadilan dan kepentingan umum. Harusnya jangan berat sebelah. Karena dalam pidana, kejahatan dapat dihukum jika memenuhi unsur actud reus atau kejahatannya, dan unsur mens rea atau dilihat dari kejiwaan saat melakukan, atau psikis elemen dan mental elemen.

“Kita bisa melihat kasus Frans ini, kejiwaan atau kejahatannya, harus memenuhi dua unsur itu. Kalau dia bawa bom, logikanya sudah ditangkap sebelum masuk Bandara,” pungkas Hadi.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...