Kolaborasi Petugas Ronda dan Polisi Hantarkan AS ke Jeruji

Tersangka AS
Tersangka AS

NETIZEN.media-Berkat penyelidikan dan informasi dari Petugas Ronda, Unit Reskrim Polsek Pontianak Kota berhasil meringkus AS, salah seorang dari dua pembobol Rumah Toko (Ruko) Pasar Tengah Kota Pontianak, Minggu (02/09/2018) sekitar pukul 20.30 WIB.

Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Abdullah Syam menuturkan, pengungkapan ini tidak lepas dari peran petugas ronda yang memiliki tanggungjawab dan dedikasi yang tinggi terhadap tugasnya.

“Awalnya pihak kepolisian tidak mengetahui bahwa pada Rabu (26/08/2018) ada kejadian pencurian di salah satu Ruko di Pasar Tengah,” ujar Abdullah, saat ditemui di Mapolsek Pontianak Kota, Senin (03/09/2018) siang.

Informasi terkait kasus pembobolan Ruko itu, hanya diketahui Sabirin, petugas ronda di Pasar Tengah. “Mungkin dia mendapat laporan dari pemilik Ruko, bahwa tempat usahanya itu dibobol maling. Rokok 50 slop lenyap. Kerugiannya hampir Rp10 Juta,” cerita Abdullah.

Berbekal laporan itu, Sabirin pun berinisiatif mengumpulkan informasi dari teman-temannya, guna melacak keberadaan pelaku. “Lalu dia mendapatkan informasi bahwa yang diduga sebagai pelaku itu berjumlah dua orang dan mengantongi nama pelaku,” kata Abdullah.

Setelah memastikan keberadaan pelaku, petugas ronda Sabirin pun meminta bantuan kepada Anggota Reskrim FKBM Tanjungpura, tiga hari setelah kejadian. “Maka tetangkaplah pelaku AS yang sedang nongkrong di Pasar Tengah,” jelas Abdullah.

Kepada petugas, AS yang berusia 19 tahun itu pun mengakui semua perbuatannya. “Aksi pembobolan itu, diakuinya sudah dilakukan beberapa kali. Modusnya dengan mencongkel pintu Ruko,” terang Abdullah.

Dalam melakukan aksinya pada Rabu malam itu, AS mengaku tidak sendiri. “Dia dibantu salah seorang rekannya yang berinisial RB, yang saat ini masih buron dan sudah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” kata Abdullah.

Dari tangan AS, berhasil diamankan sedikitnya lima slop rokok dari berbagai merek yang tersisa. “Sisa rokok yang dia curi, telah dibawa pergi oleh rekanya RB,” ucap Abdullah.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, AS kini diamankan di Mapolsek Pontianak Kota. “Pagi tadi AS sudah kita tetapkan sebagai tersangka, dan akan kita jerat dengan pasal 363 KUHP,” tegas Abdullah.

Terkait penangkapan terhadap AS ini, Abdullah mengapresiasi tindakan Sabirin, termasuk kepada seluruh petugas ronda atau penjaga malam di wilayah hukum Polsek Pontianak Kota. “Inilah yang kita harapkan dari kegiatan Pembinaan Keamanan Swakarsa (Binkamsa), karena mereka juga bagian dari perpanjangan tangan dari pihak kepolisian,” tutup Abdullah.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...