Dibawa ke RSJ, Si “Angkatan Udara” Hormat Sepanjang Jalan

Samuri minta foto bersama dua polisi yang akan membawanya ke RSJ Sungai Bangkong, Kamis (06/09/2018)
Samuri (baju orange) minta foto bersama dua polisi yang akan membawanya ke RSJ Sungai Bangkong, Kamis (06/09/2018)

NETIZEN.media-Doyan meracau, emosian, mengumpulkan barang-barang bekas, sampai tiba-tiba push-up. Perilaku janggal ini dilakukan Samuri yang bekerja sebagai pemborong perumahan.

“Saya Angkatan Udara harus kuat. Makanya harus push up komandan,” aku Samuri kepada Anggota Polsek Pontianak Kota yang akan membawanya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sungai Bangkong, Kamis (06/09/2018).

Samuri yang mengaku-ngaku sebagai angkatan udara ini dijemput dua Anggota Polsek Pontianak Kota di kediaman keluarganya, di kawasan Jalan Ampera. Lantaran diduga mengalami gangguan jiwa.

Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Abdullah Syam mengatakan, keluarga Samuri meminta pertolongan kepada pihaknya untuk membawa lelaki tersebut ke RSJ Sungai Bangkong.
Abdullah pun mengirimkan dua anggotanya dan melakukan upaya untuk menenangkan dan membujuk korban agar bersedia dibawa ke RSJ.

Alhamdullilah korban bisa ditenangkan dan dibawa ke RSJ Sungai Bangkong, untuk  mendaptkan perawatan,” ucap Abdullah.

Kakak Samuri, Samiti menjelaskan, baru mengetahui keanehan adiknya pada Rabu (05/09/2018) sore, dari laporan rekan Samuri.

Rekannya menceritakan Samuri bertingkah aneh, seperti berbicara melantur dan memungut barang bekas di sekitar rumahnya.

Tingkah aneh Samuri ini lantas membuat rekan korban membujuknya untuk pulang ke rumah orangtuanya.

“Mereka (rekan Samuri) bilang, bahwa kita ada borongan proyek di Kakap, sekalian kita liat orangtua di sini (Jalan Ampera), sehingga dia mau lah datang ke sini,” ujar Samiti.

Pada pukul 01.00 WIB, bapak dua anak ini akhirnya sampai di kediaman keluarganya. Keluarga yang melihat langsung keadaan Samuri kemudian mencoba untuk menenangkan.

“Dia ngomong meracau, mudah emosian, suka push up, dan dia kemudian mengumpulkan barang-barang bekas dan sampah, lalu di bungkusnya,” cerita Samiti.

Keluarga yang khawatir, kata Samiti, kemudian meminta bantuan dari RSJ Sungai Bangkong pada Kamis pagi, sekitar pukul 08.00 WIB untuk menjemput Samuri.

“Namun, saat mau dibawa, dia melawan petugas, dan menolak dibawa. Hingga akhirnya pihak rumah sakit pulang,” terang Samiti.

Tidak hilang akal, Samiti lalu meminta bantuan pihak Polsek Pontianak Kota untuk membujuk adiknya itu agar dapat digiring ke RSJ Sungai Bangkong.

Saat dijumpai petugas, Samuri nyaris telanjang, hanya mengenakan pakaian dalam. Sesekali dengan emosi yang meletup, dirinya melakukan push up secara tiba-tiba. Ia juga berbicara tidak jelas dan berkeliling rumah.

Anggota Polsek Kota itu kemudian membujuk Samuri untuk segera mandi. Ia manut. Setelah malah minta foto bersama dua Polisi yang menjemputnya. Kemudian pamit ke keluarganya.

Saat berboncengan dengan salah seorang petugas, dari Jalan Ampera hingga Jalan Alianyang, Samuri tidak henti-hentinya memberikan hormat kepada para pengguna jalan sebelum sampai ke RSJ Sungai Bangkong.

Di RSj, Samuri lagi-lagi berulah. Dia push up lagi saat keluarganya dimintai keterangan pihak rumah sakit. Samuri juga sempat bercanda saat ingin disuntik.

“Boleh suntik, tapi jangan suntik mati ya! Saya belum menikah untuk kedua kalinya,” ucap Samuri.

Sementara itu, Abangnya, Sarkawi (50) menduga, perubahan yang dialami adiknya itu diakibatkan tekanan batin yang dialaminya.

“Dia kan pemborong rumah. Dia sempat bercerita mengalami kerugian sewaktu melakukan pemborongan rumah di Ambawang,” ungkap Sarkawi.

Masalahnya semakin pelik karena sekitar 4 bupan lalu Samuri bercerai dengan istrinya. Kini dia sudah tenang menginap sementara di RSJ Sungai Bangkong.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...