Polisi Kesusahan Usut Perkara Stikes Yarsi Pontianak

 

Muhammad Husni Ramli
Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Muhammad Husni Ramli

Netizen.media – Proses hukum kasus dugaan penggelapan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Yarsi Pontianak mandek. Terhambatnya penanganan perkara itu karena ada “penghalang” saat penyidikan.

Hal itu disampaikan langsung Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Pontianak, Komisaris Polisi Muhammad Rusli Ramli kepada wartawan Netizen.media melalui sambungan seluler, Senin (10/09/2019).

“Penyidikan terus berjalan. Sejumlah pihak sudah kami periksa. Tapi ada yang menghambat penyidikan itu,” ucap Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli.

Salah satu penyebab tersendatnya pengusutan kasus Stikes Yarsi adalah polisi tidak bisa melakukan pemeriksaan terhadap notaris R Kusmartono di Jakarta.

“Padahal kami sudah sampaikan ke Dewan Kehormatan Notaris (DKN). Tetapi kami tidak diberikan izin untuk melakukan pemeriksaan terhadap notaris R. Kusmartono,” beber Husni.

Kompol Husni mengungkapkan, informasi notaris tersebut sangat penting. “Keterangan R. Kusmartono itu penting. Karena kami ingin mengetahui Warkah Akta yang dibuatnya,” lugasnya.

Menurut Kompol Husni, sepanjang polisi tidak bisa meminta dan menggali informasi dari notaris itu, maka kepolisian bakal sulit mengembangkan kasus tersebut.

“DKN tidak memberikan izin, karena menurut mereka, sudah tidak ada permasalahan. Mereka pun beranggapan sudah selesai,” sebutnya.

Husni menungkapkan, kasus dugaan penggelapan di Stikes Yarsi Pontianak tidak ada hambatan lain. “Kendala lain tidak ada. Hanya satu itu saja,” tutup Kompol Husni.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...