9 Jemaah Haji Kalbar Dimakamkan di Mekkah

Barang-barang bawan jemaah haji di halaman Asrama Haji Pontianak, Rabu (12/09/2018). -Foto: Netizen.media-
Barang-barang bawaan jemaah haji di halaman Asrama Haji Pontianak, Rabu (12/09/2018). -Foto: Netizen.media-

NETIZEN.media-Dari total 2.515 Jemaah Haji 1439 Hijriyah asal Provinsi Kalbar, 1.330 di antaranya sudah pulang ke tanah air. Sementara 9 orang lainnya, wafat dan dimakamkan di tanah suci Mekkah, Arab Saudi.

“Kalau meninggal di Arab Saudi, tetap dimakamkan di sana. Tidak bisa dibawa pulang. Walaupun meninggalnya di pesawat, tetap harus diturunkan,” kata salah seorang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Provinsi Kalbar, M Yunus, ditemui di Asrama Haji Pontianak, Rabu (12/09/2018).

Kalau jemaah haji tersebut gelombang pertama, lanjut Yunus, jenazahnya dimakamkan di Mekkah. Sedangkan kalau gelombang kedua, dimakamkan di Madinah. “Jemaah haji Kalbar yang meninggal, semuanya di Mekkah, saat menjalankan ibadah,” ungkapnya.

M Yunus

Berikut rincian jemaah haji asal Kalbar yang meninggal di Mekkah, Arab Saudi:

  1. Kabupaten Mempawah: 2 orang
  2. Kota Pontianak: 4 orang
  3. Kabupaten Ketapang: 1 orang
  4. Kabupaten Bengkayang: 1 orang
  5. Kabupaten Sambas: 1 orang

Di tempat yang sama, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) M Iqbal Kusuma Putra mengungkapkan, jemaah haji Kalbar yang meninggal, rata-rata sudah memiliki riwayat penyakit.

“Sebelum meninggal, sudah kita tangani dan berikan perawatan. Bahkan kita kunjungi setiap hari. Tetapi karena lingkungan di sana, mereka kelelahan,” jelas Iqbal.

M Iqbal Kusuma Putra
M Iqbal Kusuma Putra (kiri)

Ia menyayangkan adanya jemaah haji meninggal karena riwayat penyakit sejak sebelum berangkat. Hal ini tentunya perlu evaluasi saat pemberangkatan. “Kuncinya pada saat pembinaan di daerah,” ucap Iqbal.

Bila semuanya terscan dengan baik dalam Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH), menurut Iqbal, tentunya penanganan selanjutnya akan lebih mudah dilakukan.

Terkait penanganan kesehatan jemaah haji di tanah suci, Iqbal mengaku pihaknya selalu berkoordinasi dengan Tim Kesehatan dari Kerajaan Arab Saudi.

“Di Arab Saudi, kalau misalnya tidak gawat, kita rujuk ke RS KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia). Tetapi, kalau darurat, mengancam jiwa, itu langsung ke RS di sana,” ungkap Iqbal.

Iqbal menambahkan, dalam pelaksanan tugasnya dalam menangani kesehatan jemaah haji asal Indonesia, selalu didampingi tim dari Arab Saudi. “Jadi kita tidak pergi sendiri. Difasilitasi orang-orang Indonesia yang bisa berbahasa arab dan berbahasa Inggris di sana,” tutupnya.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...