Ingin Provinsi Kalbar Maju? Ini Syaratnya…

Sosialisasi Empat Pilar MPR-RI

Maman Abdurrahman
Maman Abdurrahman

NETIZEN.media-Anggota MPR-RI, Maman Abdurrahman menilai, Provinsi Kalbar akan maju apabila masyarakatnya sudah sadar akan semangat kebhinnekaan di dalam kehidupan sehari-hari.

“Aku adalah kita. Aku adalah anak Kalimantan Barat. Kita semua bersaudara. Oleh karena itu, mari kita bersinergi dan bersatu untuk membangun Kalimantan Barat yang lebih baik di masa mendatang,” ucap Maman.

Hal tersebut disampaikan Maman ketika mensosialisasikan Empat Pilar MPR-RI, di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Pontianak, Rabu (05/09/2018).

Sosialisasi kebangsaan yang bertema “Memperkokoh Wawasan Kebangsaan dalam Menjaga Keutuhan NKRI” ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Di antaranya, pecandu Narkoba yang menjalani rehabilitasi di Rumah Rahayu serta para orangtua yang anaknya berhasil keluar dari cengkraman Narkoba, serta undangan lainnya.

Acara resmi kenegaraan ini juga dihadiri Asisten II Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak Amirullah, dan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalbar Suyatmo.

Hadir pula Counsultan International Addiction from Singapore Fadilan A Kayong, CSAC, NCAC I, CSAT III, Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Heri Mustamin.

Dalam kesempatan itu, Maman bukan hanya memperkokoh wawasan kebangsaan, tetapi juga mendorong untuk bersama-sama mengatasi persoalan serius yang dapat mengancam keberlangsungan bangsa ini.

Persoalan serius yang dimaksudkan Anggota Komisi VII DPR-RI ini, yakni Narkoba yang hingga kini menggelayuti generasi muda Indonesia, termasuk di Provinsi Kalbar.

Legislator Senayan Daerah Pemilihan (Dapil) Kalbar ini mengungkapkan, setakat ini, peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba bukan hanya monopoli kawasan perkotaan, tetapi sudah menjalar ke pelosok-pelosok seantero negeri.

Menurut Maman, masalah Narkoba merupakan masalah sosial. Sehingga harus ada solusi konkret dari pemerintah. “Memberantas Narkoba tidak cukup hanya menangkap pengguna maupun pengedarnya,” ujarnya.

Dalam memberantas Narkoba, lanjut Legislator Partai Golkar ini, harus menemukan ladannya. Kemudian dengan sigap memberangusnya.

“Karena persoalan peredaran Narkoba ini erat korelasinya dengan persoalan matapencaharian yang cukup menggiurkan,” jelas Maman.

Selain pemerintah dan aparat keamanan, peran masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk memberangus Narkoba. Termasuk dalam upaya mengembalikan para korban barang haram tersebut, agar kembali produktif membangun negeri.

Maman pun menyeru para mantan pecandu dan orang-orang yang masih berjuang untuk lepas dari belenggu Narkoba di panti rehabilitasi, agar jangan sekali-kali menghardik kegagalan.

“Jangan menghardik kegagalan. Karena kegagalan merupakan pengalaman berharga untuk meraih kesuksesan,” kata Maman lantang, disambut aplaus peserta sosialisasi.

Kobaran perang melawan Narkoba yang kumandangkan Mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Trisakti ini setali tiga uang dengan harapan para orangtua pecandu Narkoba.

Besar harapan mereka agar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar ini dapat memperjuangkan pemberantasan Narkoba di Kalbar melalui gedung DPR-RI.

“Insya Allah, jangan pernah ragukan semangat serta komitmen Saya. Untuk senantiasa berteriak di Parlemen demi menyuarakan beragam aspirasi masyarakat Kalbar,” tegas Maman.

Sebagai informasi, Sosialisasi Empat Pilar MPR-RI ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacakan teks Pancasila.

Setelah Maman menyampaikan materi empat pilar MPR-RI, dilanjut dengan tanya jawab seputar empat pilar tersebut, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...