Nelayan Sungai Kakap Sudah Sebulan Pasang Jangkar

Kapal nelayan Sungai Kakap banyak yang sandar karena tidak punya solar, Sabtu (15/09/2018). -Foto: Netizen.media-
Kapal nelayan Sungai Kakap banyak yang sandar karena tidak punya solar, Sabtu (15/09/2018). -Foto: Netizen.media-

NETIZEN.media-Puluhan nelayan kecil di Pelabuhan Nelayan Sungai Kakap tidak dapat melaut, setidaknya dalam satu bulan terakhir. Karena tidak sanggup membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ke pengecer.

“Minyak nih sudah lama. Sudah hampir satu tahun tidak ada. Jadi kita beli ke pengecer,” kata Syarif Harun, salah seorang nelayan, ditemui saat bersantai di kapalnya, Sabtu (15/09/2018) siang.

Syarif Harun (topi merah) bersantai bersama rekan nelayannya di pelabuhan nelayan tradisional Sungai Kakap, Sabtu (15/09/2018). -Foto: Netizen.media-
Syarif Harun (topi merah) bersantai bersama rekan nelayannya di pelabuhan nelayan tradisional Sungai Kakap, Sabtu (15/09/2018). -Foto: Netizen.media-

Disinyalir, penghentian pasokan tersebut akibat banyaknya nelayan kecil yang belum mengantongi izin dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kubu Raya.

Biasanya, kata Harun, para nelayan kecil di Sungai Kakap ini membeli solar di SPBN Pelabuhan. Namun sejak satu tahun lalu sudah berhenti beroperasi, karena Pertamina sudah menyetop pasokannya.

Harun mengatakan, sebenarnya para nelayan di Sungai Kakap ini mengurus izin dimaksud. Namun mereka kesulitan menyelesaikannya. “Mengurusnya itu harus ada foto, e-KTP dan lainnya. Itu mau membeli minyak atau apa,” katanya.

Karena sulitnya menyelesaikan proses perizinan tersebut, Harun bersama rekan-rekannya pun terpaksa membeli solar ke pengecer yang harganya mahal.

“Belinya Rp7.500 per liter. Sehingga untuk melaut kadang-kadang harus mengeluarkan modal Rp300 Ribu. Tetapi dapatnya (hasil tangkapan-red) Rp200 Ribu. Bagaimana mau melaut kayak gitu,” papar Harun.

Sudahlah pulangnya sore, harus mencari solar lagi untuk keesokan harinya. “Kadang-kadang ada minyak kami melaut. Kalau tidak ada minyak, kami pasang jangkar,” kata Harun.

Lantaran tidak bisa melaut, para nelayan ini pun harus menjual barang-barang di rumahnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Barang-barang di rumah sudah habis dijual,” ucap Harun.

Pria yang menjadi nelayan sejak 1973 ini berharap pemerintah segera melakukan pengadaan solar untuk nelayan di Sungai Kakap ini.

river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...