Tak Lama Lagi Kubu Raya Jadi Kota Cerdas

Kepala Diskominfo Kubu Raya, Ledianto memimpin Forum Diskusi Penyiapan Masterplan Smart City, di Media Center Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (13/09/2018). -Foto: Netizen.media-
Kepala Diskominfo Kubu Raya, Ledianto memimpin Forum Diskusi Penyiapan Masterplan Smart City, di Media Center Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (13/09/2018). -Foto: Netizen.media-

NETIZEN.media-Untuk mewujudkan Smart City dan e-Government, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya mulai menyusun masterplan atau rencana induk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Hal ini dilatarbelakangi kebutuhan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang menghubungkan setiap kantor pemerintah di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kantor Camat, Lurah dan Desa, termasuk institusi publik terkait.

Harapannya terbentuk Wide Area Network (WAN), yakni jaringan data komputer yang menghubungkan antar-LAN (Local Area Network) di Kabupaten Kubu Raya.

“Infrastruktur jaringan telekomunikasi ini digunakan untuk menjalankan berbagai macam aplikasi e-Government,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kubu Raya, Leydianto.

Ia menyampaikan hal tersebut di sela Forum Diskusi Persiapan Penyusunan Masterplan Smart City, di Media Center Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (13/09/2018).

Jaringan tersebut, lanjut Leydianto, juga akan digunakan menjalankan fungsi sistem pemantauan lingkungan melalui Kamera Pengintai (CCTV) di seluruh sudut kota, ruas jalan, dan pemukiman penduduk.

Leydianto menambahkan, infrastruktur jaringan telekomunikasi milik pemerintah daerah itu juga akan digunakan untuk menjalankan billboard di sudut-sudut keramaian kota, taman kota, dan tempat-tempat publik.

Berbagai layanan tersebut akan dikendalikan dengan mudah melalui pusat kendali yang dikenal dengan Command Center.

Kemudian partisipasi publik juga ditingkatkan dengan mengembangkan aplikasi khusus, yaitu Public Service in Your Hand.

Layanan ini digunakan masyarakat untuk menyampaikan hal-hal yang berhubungan kondisi kedaruratan dan penyampaian aspirasi yang berhubungan dengan kebutuhan layanan publik.

“Perkembangan TIK berjalan dinamis seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat dalam menggunakan jasa layanan telekomunikasi,” ujar Leydianto.

Ia melanjutkan, Smart City adalah mimpi dari semua penyelenggaraan pemerintahan, baik di pusat maupun daerah, di semua belahan dunia.

Semua itu demi tujuan akhir e-Government, yang mana seluruh pelayanan antarunsur pemerintahan maupun yang langsung kepada masyarakat, dipermudah dengan menggunakan teknologi informatika yang kini maju pesat.

“Informasi, komunikasi, pengaduan, pelaporan, atau kegiatan apapun dilakukan dengan begitu cepat, efektif, dan efisien,” sebut Leydianto.

Terkait hal itu, Leydianto menilai perlunya forum diskusi bersama seluruh OPD. Agar diperoleh sebanyak mungkin informasi terkait TIK, baik yang sedang digunakan maupun akan dikembangkan dalam menunjang kegiatan.

“Hasil diskusi dan data yang didapat akan digunakan konsultan penyedia jasa kegiatan masterplan ini untuk dianalisa. Bagaimana besaran kebutuhan aplikasi, spesifikasi peralatan, personel, biaya dan komponen lainnya,” terang Leydianto.

Forum diskusi ini untuk memberikan informasi kepada Diskominfo Kubu Raya selaku pendukung seluruh penyelenggaraan kegiatan di bidang TIK.

Guna mempersiapkan gedung kantor yang dapat menampung semua kebutuhan SKPD, menunjang penyelenggaraan teknologi informasi dan komunikasi OPD di lingkungan Pemkab Kubu Raya.

“Hasil analisa kebutuhan oleh konsultan penyedia jasa nantinya digunakan antara lain dengan mempersiapkan ruang serverbandwidth, pemeliharaan, perbaikan, dan lain-lain yang akan terfokus pada data centercommand center, call center, dan media center,” rinci Leydianto.

Pemilihan lokasi gedung kantor nantinya juga disesuaikan dengan peraturan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) dari penyelenggaraan Bandara Supadio yang mengatur ketinggian menara pengendali di Diskominfo serta frekuensi yang diatur Balai Monitoring Spektrum Kementerian Perhubungan RI.

Sementara itu, perwakilan konsultan penyedia jasa masterplan TIK, Irvan mengungkapkan, sejumlah strategi untuk mewujudkan Smart City Kabupaten Kubu Raya telah disiapkan, yakni:

  1. Pengembangan aplikasi berbasis mobile app. Mengingat 97 persen pengguna perangkat TIK memiliki ponsel pintar (smartphone).
  2. Pengembangan infrastruktur seperti command center, data center, dan seterusnya.
  3. Pengembangan jaringan broadband dengan target membangun jaringan intranet dari data center ke kantor OPD di kabupaten, kecamatan, dan kelurahan/desa.
  4. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang TIK.
  5. Penyusunan regulasi bidang TIK-Smart City.

Menurut Irvan, berjalannya e-Government ini didukung tiga hal, yakni:

  1. Perangkat keras terintegrasi yang berkualitas bagus.
  2. Membangun konten berbagai e-Government yang digunakan oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan publik.
  3. Membangun standar operasional prosedur antarkedinasan dalam memberikan layanan publik yang semakin efisien dari sisi biaya dan semakin efektif dari sisi proses dan hasilnya.
river x
Berita Terkait
Komentar
Loading...